Tutup
Regulasi

Purbaya Tarik Dana Rp75 Triliun dari Himbara: Apa Penyebabnya?

293
×

Purbaya Tarik Dana Rp75 Triliun dari Himbara: Apa Penyebabnya?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik kembali dana sebesar Rp 75 triliun yang sebelumnya disimpan di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Penarikan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan belanja rutin kementerian dan lembaga negara.

Purbaya memastikan bahwa likuiditas yang ditarik ini akan segera kembali ke perputaran ekonomi melalui belanja pemerintah.

“Itu buat belanja rutin kementerian/lembaga. Jadi saya tarik seperti ditarik dari sistem, tapi langsung dibelanjakan lagi, jadi langsung masuk ke sistem perekonomian,” ujarnya di Bursa Efek Indonesia, Jumat (2/1/2026).

Menkeu Purbaya menjamin bahwa penarikan dana ini tidak akan mengganggu jumlah uang yang beredar di masyarakat. Ia justru berharap langkah ini memberikan dampak positif melalui efek pengganda (multiplier effect) dari belanja pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Meskipun demikian, Purbaya tidak menjelaskan secara rinci dari bank mana saja dana tersebut ditarik. Ia hanya memastikan bahwa dana pemerintah sebesar Rp 201 triliun tetap ditempatkan di perbankan untuk menjaga likuiditas.

Sebelumnya, Purbaya telah menyuntikkan dana Rp 276 triliun ke sistem perbankan dalam dua tahap. Pada September 2025, Rp 200 miliar dialokasikan ke lima bank, yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, dan BSI. Kemudian, pada November 2025, suntikan dana sebesar Rp 76 triliun ditambahkan ke sejumlah Bank Himbara dan satu Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Tujuan pemindahan uang pemerintah dari Bank Indonesia ke sistem perbankan adalah untuk mendorong kredit sektor riil dan menggerakkan perekonomian. Namun, Purbaya mengakui bahwa dampak injeksi likuiditas tersebut belum optimal dalam mendorong laju perekonomian.

“Dampak kebijakan injeksi uang yang kami taruh di sistem perbankan, itu enggak seoptimal yang saya duga sebelumnya,” kata Purbaya saat bertemu dengan media di kantornya, Rabu (31/12/2025).

Menurutnya, permasalahan tersebut sudah diperbaiki, sehingga ekonomi selama satu bulan terakhir sudah membaik. Purbaya memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal keempat tahun ini akan mencapai 5,4 persen. Untuk keseluruhan tahun 2025, ia meramalkan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,2 persen, sesuai dengan target APBN.

Purbaya meyakini bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik melalui sinkronisasi dengan Bank Indonesia dan serangkaian perbaikan. Ia optimistis pertumbuhan ekonomi tahun depan dapat melesat hingga 6 persen, meskipun target APBN 2026 hanya 5,4 persen.