Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kuota impor Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk swasta akan ditambah tahun ini.
Kepastian ini disampaikan di tengah kekhawatiran terkait ketersediaan stok BBM di sejumlah SPBU swasta.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, belum memberikan angka pasti terkait penambahan kuota tersebut.
Namun, ia memberi sinyal bahwa penambahan kuota tahun ini akan mirip dengan tahun 2024 dan 2025.
“Mirip lah (tambahan kuotanya), hampir sama (dengan tahun sebelumnya),” ujar Laode di Gedung BPH Migas, Selasa (6/1).
Sebagai informasi, pada tahun 2024 dan 2025, kuota impor BBM mengalami kenaikan sebesar 10 persen dari kuota tahun sebelumnya.
Laode mengungkapkan, sejumlah SPBU swasta bahkan telah mengajukan permohonan impor BBM sejak akhir tahun 2025.
Dengan adanya penambahan kuota ini, diharapkan stok BBM di SPBU swasta akan segera terisi dan dalam kondisi aman.
“Kalau pengajuannya sudah dilakukan jauh-jauh hari, sebelum Desember mereka sudah mengajukan,” jelasnya.
Meski demikian, Laode enggan mengungkap nama-nama SPBU swasta yang telah mengajukan tambahan kuota impor.
Ia hanya memastikan bahwa kekosongan stok BBM di SPBU swasta akan segera teratasi.
“bukan segera normal, harusnya sudah normal. Kan kita tidak ada menghentikan impor BBM nya,” pungkas Laode.







