Tutup
News

Indonesia–Rusia Perkuat Kerja Sama Migas, Fokus Eksplorasi dan Lifting

240
×

Indonesia–Rusia Perkuat Kerja Sama Migas, Fokus Eksplorasi dan Lifting

Sebarkan artikel ini
indonesia–rusia-perkuat-kerja-sama-migas,-fokus-eksplorasi-dan-lifting
Indonesia–Rusia Perkuat Kerja Sama Migas, Fokus Eksplorasi dan Lifting

Saint Petersburg – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kerja ke Saint Petersburg, rusia, yang berfokus pada peningkatan kerja sama di sektor energi. Pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, berlangsung di Istana Konstantinovsky, Kamis (19/6/2025), membahas potensi kolaborasi dalam eksplorasi dan produksi gas alam cair (LNG) serta pasokan minyak.

Menteri Energi dan Sumber Daya mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang mendampingi Presiden Prabowo, menyampaikan undangan kepada Rusia untuk berpartisipasi dalam eksplorasi lapangan migas baru. “Kami mengundang mitra-mitra strategis Rusia untuk terlibat dalam eksplorasi lapangan migas baru dan temuan cadangan gas di lepas pantai,” ujarnya.

Kementerian ESDM menyatakan bahwa penjajakan kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan produksi minyak dan gas nasional, sejalan dengan target swasembada energi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo.

Sebagai respons,Pemerintah Rusia menawarkan modernisasi infrastruktur migas,termasuk penerapan teknologi terkini untuk mengoptimalkan sumur-sumur yang kurang produktif.

“Kami bersedia memodernisasi infrastruktur guna mendongkrak produksi minyak dari ladang tua,” kata Presiden Putin dalam konferensi pers. Pemerintah juga memberikan stimulus bagi investor migas melalui optimalisasi sumur minyak tua. kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dapat memberdayakan masyarakat sekitar sebagai mitra melalui skema business to business (B2B). Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi.

Regulasi tersebut mengakomodasi pengelolaan sumur minyak masyarakat sebagai badan usaha, seperti koperasi atau BUMD, dengan praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Bahlil menegaskan, “ini terobosan baru dari pemerintah agar dapat meningkatkan produksi migas nasional sekaligus memperbaiki tata kelola sumber daya migas, termasuk penanganan sumur minyak ilegal dan dampak negatifnya terhadap lingkungan serta keselamatan.”

Hubungan bilateral Rusia-Indonesia telah terjalin erat melalui kerja sama di sektor energi, termasuk migas, batu bara, ketenagalistrikan, energi baru dan terbarukan (EBT), serta efisiensi energi. Salah satu kolaborasi strategis adalah rencana pembangunan kilang minyak dan kompleks petrokimia di Jawa Timur.

Model kolaborasi ini diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan proyek-proyek migas masa depan, sekaligus menyuntikkan investasi teknologi tinggi ke dalam industri energi nasional.