Tutup
News

Kemampuan Cicil Rumah Masuk Kategori Dasar dalam Indeks Kebugaran Finansial

163
×

Kemampuan Cicil Rumah Masuk Kategori Dasar dalam Indeks Kebugaran Finansial

Sebarkan artikel ini
kemampuan-cicil-rumah-masuk-kategori-dasar-dalam-indeks-kebugaran-finansial
Kemampuan Cicil Rumah Masuk Kategori Dasar dalam Indeks Kebugaran Finansial

Jakarta – Kemampuan membayar cicilan rumah dinilai sebagai tolok ukur penting dalam stabilitas finansial individu. Penilaian ini disampaikan seiring dengan peluncuran film pendek bertajuk “Kita Usahakan Rumah Itu” yang menyoroti tantangan generasi muda dalam mewujudkan impian memiliki hunian.

Nanda Nandiana, Head of Marketing OCBC Indonesia, pada peluncuran film tersebut awal pekan ini, menyatakan bahwa kemampuan mencicil rumah merupakan fondasi dari manajemen keuangan yang sehat.”Sebenarnya kemampuan mencicil atau membayar cicilan rumah itu masuk ke dalam kategori dasar. Jadi, kemampuan membayar pinjaman rumah seharusnya menjadi bagian dari basic dalam prinsip manajemen keuangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nanda menjelaskan bahwa kepemilikan rumah seharusnya menjadi prioritas utama sebelum individu mempertimbangkan investasi berisiko tinggi. Ia mengilustrasikan bahwa investasi seperti kripto berada pada tingkatan yang lebih tinggi dalam piramida kebugaran finansial. “Kalau kita telaah lebih jauh-seperti investasi yang lebih kompleks, misalnya kripto-itu justru masuk ke tahap ketiga, yaitu growth,” jelasnya.

Yandy Laurens, sutradara film pendek tersebut, menyoroti tekanan ekonomi yang semakin membebani generasi muda dalam mewujudkan impian memiliki rumah. “(ibarat) nonton konsernya Sal aja tetap nggak bisa beli rumah. Maksudnya, itu realita yang beneran menggigit. Beneran nyata,” ungkapnya.

Kendati demikian, Yandy menekankan pentingnya untuk tidak menyerah pada impian tersebut. “Karena kalau nggak nyampe, minimal kita bergerak dari tempat kita sekarang. mulai dari angan-angan,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa diskusi sederhana mengenai rumah dan masa depan bersama pasangan dapat menjadi motivasi untuk terus berjuang.

sal Priadi, penyanyi yang terlibat dalam proyek film ini, sependapat bahwa impian besar layak diperjuangkan meskipun kondisi ekonomi tidak menentu. “Kalau kita punya mimpi besar, kita patut memperjuangkannya, kita patut mengusahakannya. Dan percaya bahwa kita nggak sendirian,” katanya.

Sal menganalogikan proses membangun rumah dengan proses kreatif dalam menciptakan sebuah lagu. “Kadang pas bikin lagu tuh cuma dari gitar, terus jadi lirik doang. Tapi kita juga butuh produser buat nata aransemennya,” ungkapnya.

Nanda menyimpulkan bahwa perencanaan keuangan yang matang dapat membantu mewujudkan impian memiliki rumah. “Dengan perencanaan yang tepat, punya rumah yang tadinya kayak nggak mungkin, jadi mungkin. Bisa,” pungkasnya.