Tutup
TeknologiTelekomunikasi

Kemkominfo Siagakan Balmon, Jaga Telekomunikasi Nataru Tetap Andal

184
×

Kemkominfo Siagakan Balmon, Jaga Telekomunikasi Nataru Tetap Andal

Sebarkan artikel ini
kemkomdigi-siagakan-balmon-sfr-jelang-tahun-baru-2026,-ini-tugasnya
Kemkomdigi Siagakan Balmon SFR Jelang Tahun Baru 2026, Ini Tugasnya

Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) siagakan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) di berbagai daerah demi menjaga kualitas layanan telekomunikasi selama perayaan Tahun Baru 2026.

Pemantauan spektrum frekuensi oleh Balmon SFR akan dilakukan mulai 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Fokus utama pemantauan meliputi jalur perjalanan, kawasan wisata, dan pusat keramaian selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan komitmen jajarannya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, meski di tengah waktu libur.

“Meskipun ini waktu libur, teman-teman terus bekerja untuk mendukung dan memberikan pelayanan bagi masyarakat,” kata Meutya di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Selain itu, Balmon SFR juga meningkatkan pemantauan di wilayah yang terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Kalimantan Selatan.

Tujuannya adalah memastikan warga tetap dapat mengakses layanan informasi dan komunikasi dalam kondisi darurat.

Koordinasi antar Balmon juga diperkuat selama periode libur Nataru.

Hasil pemantauan layanan telekomunikasi selama periode tersebut akan dievaluasi. Evaluasi ini akan menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas layanan komunikasi pada periode libur besar berikutnya.

Kemkomdigi memprediksi peningkatan trafik penggunaan layanan telekomunikasi hingga 30 persen selama libur Nataru.

Untuk memastikan kelancaran layanan,Kemkomdigi membentuk Satuan Tugas Posko Bersama.

Satgas ini bertugas mulai 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 di 255 titik untuk memantau kualitas layanan telekomunikasi.

Kemkomdigi juga mendorong operator seluler untuk menyiapkan pasokan energi cadangan, seperti genset dan baterai.

Hal ini dilakukan guna mengantisipasi dampak curah hujan tinggi dan menjaga kelancaran layanan telekomunikasi.