Tutup
News

Pabrik Baterai Karawang Resmi Dimulai, Bahlil: Negosiasinya Alot

246
×

Pabrik Baterai Karawang Resmi Dimulai, Bahlil: Negosiasinya Alot

Sebarkan artikel ini
pabrik-baterai-karawang-resmi-dimulai,-bahlil:-negosiasinya-alot
Pabrik Baterai Karawang Resmi Dimulai, Bahlil: Negosiasinya Alot

Karawang – Presiden Republik indonesia, Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi industri dengan hadir langsung dalam _groundbreaking_ ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi di Karawang, Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Bahlil menjelaskan, proyek pembangunan pabrik baterai lithium-ion dengan kapasitas tahap pertama 6,9 GWh merupakan hasil kolaborasi antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium CATL, brunp, dan Lygend (CBL), yang merupakan anak perusahaan Contemporary Amperex Technology Co. limited (CATL).

Dalam acara _Groundbreaking_ Ekosistem Industri Baterai listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Ahad (29/6/2025), Bahlil mengatakan, negosiasi proyek ini berlangsung alot selama empat tahun. “Proyek ini kami kerjakan sudah empat tahun. Saya bersama Pak Erick (Menteri BUMN), kemudian Danantara. Ini negosiasinya alot, Pak. Sejak awal dengan Pak Menteri Perindustrian, kami juga berkoordinasi. Pasang surut. BUMN maunya A, CATL maunya B. Akhirnya, kita jadi wasit yang baik,” ujarnya.

Bahlil mengungkapkan, proyek ini sempat terkatung-katung selama tiga tahun sebelum akhirnya Presiden prabowo turun tangan. Presiden Prabowo, kata Bahlil, meminta agar proyek tersebut segera dieksekusi. “Berkat arahan Bapak presiden Prabowo dalam Rapat Terbatas pada April (2025), instruksi tegas disampaikan agar proyek segera dijalankan. Atas perintah itu,pak Presiden,kami dari satgas langsung mengeksekusi,” ucap Bahlil pada Ahad (29/6/2025).

Menurut Bahlil,Prabowo tidak hanya memberikan instruksi,tetapi juga menunjukkan perhatian penuh dengan hadir langsung dalam _groundbreaking_. Hal ini, kata Bahlil, mencerminkan komitmen pemerintah dalam mempercepat realisasi proyek. “Tidak ada lagi persoalan,dan hari ini bisa kita sama-sama menyaksikan _groundbreaking_-nya,” kata Bahlil.

Sebagai informasi tambahan, proyek Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL merupakan pengembangan industri dari hulu ke hilir yang terdiri dari enam proyek terintegrasi. Lima proyek berlokasi di Kawasan FHT Halmahera Timur, sementara satu proyek lainnya berada di Karawang.

Proyek ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi mencapai 5,9 miliar dolar AS.Proyek ini mencakup area seluas 3.023 hektare dan diperkirakan akan menyerap 8.000 tenaga kerja langsung, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta melibatkan pembangunan 18 proyek infrastruktur dermaga multifungsi.

Pengembangan proyek ini mengedepankan prinsip pembangunan terintegrasi dan ramah lingkungan, dengan pasokan energi dari kombinasi pembangkit seperti PLTU 2×150 MW, PLTG 80 MW, _waste heat_ 30 MW, dan pembangkit tenaga surya sebesar 172 MWp. hal ini menjadikan FHT sebagai kawasan industri strategis dengan pendekatan keberlanjutan dan efisiensi tinggi. Pabrik baterai di Karawang juga akan mengimplementasikan pembangkit tenaga surya sebesar 24 MW.