Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi terus menggencarkan upaya menekan angka stunting melalui berbagai program inovatif. Salah satunya adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang fokus menyasar keluarga berisiko.Upaya ini dilakukan untuk mencapai target nasional penurunan stunting hingga 14%.
Rapat Koordinasi Tim percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Kota Bukittinggi digelar untuk membahas strategi dan evaluasi program. Rapat ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan nutrisi.
Ketua TP PKK Kota Bukittinggi, Yesi Ramlan Nurmatias, menegaskan bahwa stunting adalah masalah serius yang mengancam masa depan generasi bangsa.
“Peran keluarga, terutama orang tua, sangat penting dalam memastikan anak mendapatkan gizi yang cukup,” ujarnya saat acara yang digelar di Hotel Dymens, Selasa (16/9).
Yesi menambahkan, PKK berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya percepatan penurunan stunting. Pencegahan harus dimulai dari rumah dengan pemahaman yang baik tentang ASI eksklusif, MP-ASI bergizi, dan pola makan seimbang.
Apresiasi juga diberikan kepada BAZNAS Kota Bukittinggi atas kontribusi bantuan nutrisi kepada 27 keluarga berisiko stunting. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung tumbuh kembang anak.Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi,Nauli Handayani,menjelaskan bahwa berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024,prevalensi stunting di Bukittinggi sebesar 16,8%.
Angka ini memang lebih rendah dari rata-rata Sumatera Barat (24,9%) dan nasional (19,8%), namun masih di atas target pemerintah yaitu 14%.”Melalui Program GENTING, Pemko bersama lintas sektor berupaya mempercepat penurunan stunting dengan semangat gotong royong masyarakat,” pungkas Nauli.







