Tutup
Karir

Ptofil Nadiem Makarim

281
×

Ptofil Nadiem Makarim

Sebarkan artikel ini
Pengusaha dan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Foto: Internet

Nama: Nadiem Anwar Makarim

Tempat/Tanggal Lahir: Singapura, 4 Juli 1984

Agama: Islam

Orang Tua: Nono Anwar Makarim (ayah), Atika Algadrie (ibu)

Istri: Franka Franklin

Total Kekayaan: Rp1,192 triliun (sumber: LKHPN)

Terkenal Sebagai: Pendiri Gojek

Latar Belakang Keluarga

Nadiem Anwar Makarim lahir di Singapura pada 4 Juli 1984. Ia merupakan anak tunggal dari Nono Anwar Makarim, pengacara kenamaan dan mantan atasan Hotman Paris Hutapea. Sementara itu, ibunya, Atika Algadrie, adalah putri dari tokoh pejuang kemerdekaan Hamid Algadrie.

Nadiem memiliki saudara tiri, yakni Rayya Makarim, seorang penulis naskah film Indonesia. Pada 2014, Nadiem menikah dengan Franka Franklin di Bali. Pasangan ini dikaruniai seorang anak perempuan bernama Solara Franklin Makarim. Meskipun keduanya berbeda agama, mereka tetap menjalin rumah tangga yang harmonis.

Pendidikan Nadiem Makarim

Pendidikan dasar ia tempuh di Jakarta. Lalu, ia melanjutkan pendidikan menengah di Singapura. Kemudian, ia mengambil jurusan Hubungan Internasional di Brown University, Amerika Serikat. Saat kuliah, Nadiem juga sempat mengikuti program pertukaran pelajar di London School of Economics.

Setelah menamatkan pendidikan sarjana, Nadiem melanjutkan studi ke Harvard Business School dan berhasil meraih gelar MBA. Semua pendidikan tersebut memberikan pondasi kuat bagi pemikirannya dalam membangun perusahaan berbasis teknologi.

Awal Karier Profesional

Karier Nadiem dimulai pada 2006 saat bekerja sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company. Setelah beberapa tahun, ia meninggalkan perusahaan tersebut untuk melanjutkan pendidikan S2. Seusai menyelesaikan studi, ia menjabat sebagai Co-Founder sekaligus Managing Editor Zalora Indonesia.

Tak lama kemudian, Nadiem dipercaya menjadi Chief Innovation Officer di Kartuku, startup penyedia layanan pembayaran non-tunai. Perusahaan itu kemudian diakuisisi oleh Gojek, memperkuat layanan dompet digital GoPay.

Awal Berdirinya Gojek

Pendiri Gojek

Dorongan kuat untuk menjadi wirausahawan membuat Nadiem mendirikan Gojek pada 2010. Gagasan Gojek lahir dari pengamatannya terhadap kesulitan mencari ojek dan sebaliknya, ojek juga kesulitan mendapat penumpang.

“Ide ini lahir dari pengalaman pribadi. Saya ingin mengatur nasib saya sendiri,” ujar Nadiem. Ia memulai bisnisnya dari garasi rumah di Jalan Kerinci, Jakarta Selatan.

Pada awal operasional, pemesanan layanan dilakukan melalui call center, bukan aplikasi. Selama tiga tahun pertama, Gojek dibiayai oleh dana pribadi milik Nadiem. Baru pada 2014, perusahaan ini mendapat suntikan dana dari Northstar Group, Redmart Limited, dan Zimplistic Pte Ltd.

Gojek Melejit di 2015

Tahun 2015 menjadi titik balik Gojek. Peluncuran aplikasi Gojek langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat. Permintaan meningkat tajam. Gojek pun mulai menyediakan layanan tambahan seperti Go-Ride, Go-Send, Go-Food, Go-Clean, dan Go-Pay.

Investasi terus berdatangan dari perusahaan raksasa seperti Softbank, Temasek, Tencent, hingga Google. Pertumbuhan pesat ini mengubah Gojek menjadi perusahaan teknologi terbesar di Indonesia.

Dalam kurun waktu sembilan tahun, Gojek berkembang dari 20 mitra driver menjadi 2 juta mitra driver. CNBC Indonesia mencatat bahwa Gojek melayani lebih dari 3 juta pemesanan per hari.

Selain itu, Gojek berhasil melebarkan sayap ke 207 kota dan menjangkau lima negara Asia Tenggara. Berdasarkan laporan CB Insights, Gojek dinobatkan sebagai startup decacorn dengan valuasi mencapai Rp140 triliun.

Merger Gojek dan Tokopedia

Pada 2021, Gojek resmi bergabung dengan Tokopedia dan membentuk grup GoTo. Langkah ini menandai era baru kolaborasi antara layanan on-demand dan e-commerce.

Pada April 2022, GoTo melakukan Initial Public Offering (IPO) dan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Meskipun Nadiem sudah tidak lagi menjabat sebagai CEO sejak Oktober 2019, ia tetap tercatat memiliki saham 4,81 persen di GoTo.

Total Kekayaan dan Prestasi

Laporan dari Globe Asia mencatat kekayaan Nadiem Makarim mencapai USD100 juta atau setara Rp1,4 triliun. Sementara itu, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK mencatat harta kekayaan Nadiem sebesar Rp1.192.381.818.565.

Jabatan Menteri Termuda

Setelah mengundurkan diri dari Gojek pada Oktober 2019, Presiden Joko Widodo menunjuk Nadiem sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Saat itu, usianya baru 35 tahun.

“Sejak kecil, saya dididik untuk kembali dan mengabdi kepada tanah air,” ujar Nadiem. Ia menjadi menteri termuda dalam Kabinet Indonesia Maju untuk periode 2019–2024.

Dalam masa jabatannya, Nadiem menggulirkan program Merdeka Belajar dan mendorong digitalisasi pendidikan nasional. Ia menegaskan bahwa reformasi pendidikan penting agar anak bangsa siap menghadapi masa depan yang kompetitif.

Kata Penutup

Nadiem Makarim mencatatkan diri sebagai sosok visioner. Ia sukses membangun Gojek dari nol hingga menjadi decacorn pertama di Indonesia. Lebih dari itu, ia juga menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengabdi melalui jabatan publik.

Dari dunia startup hingga panggung kementerian, jejak langkah Nadiem Makarim menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.