Tutup
EkonomiPerbankan

Purbaya Ancam Pindahkan Dana Jika Himbara Tak Serap Kredit

211
×

Purbaya Ancam Pindahkan Dana Jika Himbara Tak Serap Kredit

Sebarkan artikel ini
purbaya-bakal-pindahkan-dana-rp200-t-tak-terserap-himbara-ke-bank-lain
Purbaya Bakal Pindahkan Dana Rp200 T Tak Terserap Himbara ke Bank Lain

Jakarta – Pemerintah mengancam menarik dana negara Rp200 triliun dari bank-bank Himbara jika penyerapannya tidak optimal.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, dana akan dialihkan ke bank lain, termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPD), jika Himbara gagal menyalurkannya maksimal.

Hingga September 2025,pemerintah telah mengucurkan dana Rp200 triliun ke sejumlah bank BUMN.

Bank Mandiri,BRI,dan BNI masing-masing menerima Rp55 triliun,BTN Rp25 triliun,dan BSI Rp10 triliun.

namun, dari total dana tersebut, baru Rp112,4 triliun yang terserap dalam bentuk kredit baru.

purbaya menjelaskan, BPD akan menjadi prioritas jika bank-bank besar tidak mampu menyalurkan dana tersebut.

“Kalau saya datang ke satu bank, misalnya yang saya kasih Rp25 triliun nggak bisa abisin kan? Saya akan pindah ke bank yang lain aja, ke BPD,” ujarnya saat acara Investor Daily Summit di Jakarta, Kamis (9/10).

Ia menyebut BPD DKI, Bank Jakarta, dan BPD Jawa Timur sebagai prioritas utama karena dinilai memiliki dukungan yang kuat.Menkeu juga menegaskan belum berencana mengalihkan dana yang tidak terserap ke bank swasta seperti BCA.Menurutnya, BCA memiliki likuiditas yang sangat tinggi.

“BCA sudah banyak duit. Sekarang belum kita pikirkan,” katanya.

Purbaya meyakini kucuran dana Rp200 triliun telah memberikan dampak positif, seperti peningkatan likuiditas dan penurunan suku bunga di pasar.”Itulah dampak kebijakan yang saya lakukan. Menambah likuiditas di pasar dan menurunkan bunga, dan menggerakkan ekonomi,” tegasnya.Purbaya memberikan kebebasan kepada perbankan untuk menyalurkan dana tersebut ke berbagai sektor, termasuk properti dan otomotif.namun,ia melarang keras penggunaan dana tersebut untuk membeli dolar AS.”Saya bilang boleh saja,nggak ada urusan yang penting jangan beli dolar ya. Kalau beli dolar AS saya sikat,” pungkasnya.