Payakumbuh – Anggota Persatuan wartawan Indonesia (PWI) di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Payakumbuh wajib mengikuti uji kompetensi. Hal ini ditegaskan oleh Ketua PWI setempat, Aspon Dedi.
Menurutnya, hanya peserta yang lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang dijamin menjadi anggota PWI.
“Yang lulus UKW ini dijamin bisa menjadi anggota PWI Limapuluh Kota dan Payakumbuh,” ujar Aspon saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Wartawan di Sarilamak, Lima Puluh Kota, Kamis (12/12/2025).Bimtek ini diikuti 22 calon anggota PWI dan didanai Pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Fajar Rillah Veski.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lima Puluh Kota bertindak sebagai pelaksana teknis, menghadirkan narasumber dan penguji dari PWI Jawa Barat dan Sumatera Barat.
Aspon Dedi menjelaskan,kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kompetensi wartawan. “Untuk menjadi anggota PWI harus kompeten,” tegasnya.Ia menjanjikan peserta UKW yang kompeten akan diajak mengikuti Hari Pers Nasional (HPN) di Banten.
Fajar Rillah Veski menambahkan, kegiatan ini terwujud berkat persetujuan bupati. Ia mengutip pandangan Bagir Manan tentang wartawan yang harus profesional, beretika, independen, dan melindungi narasumber.
Bupati Lima Puluh kota, M. Safni, mendukung Bimtek ini. Ia juga menyampaikan keresahannya terkait oknum yang berkomunikasi tidak etis, diduga oknum wartawan yang menuduhnya macam-macam.
Safni menegaskan, sejak menjabat, dirinya tidak meminta setoran kepada OPD dan bawahan. “Tidak ada satu sen saya merima imbalan untuk jabatan-jabatan di OPD,” tegasnya.







