Tutup
News

Rupiah Menguat, Sentimen Gencatan Senjata Iran-Israel Dorong Optimisme Pasar

224
×

Rupiah Menguat, Sentimen Gencatan Senjata Iran-Israel Dorong Optimisme Pasar

Sebarkan artikel ini
rupiah-menguat,-sentimen-gencatan-senjata-iran-israel-dorong-optimisme-pasar
Rupiah Menguat, Sentimen Gencatan Senjata Iran-Israel Dorong Optimisme Pasar

Jakarta – Nilai tukar rupiah menunjukkan sinyal positif di tengah gejolak geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah. Sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan mata uang Garuda.

menurut analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar Amerika Serikat seiring dengan meredanya ketegangan geopolitik. “Rupiah masih dipengaruhi sentimen eksternal dan diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk on oleh meredanya situasi geopolitik,” ujarnya.

Pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Iran oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (23/6) menjadi salah satu katalis positif. Kesepakatan gencatan senjata, yang dicapai setelah eskalasi konflik selama hampir dua pekan, mulai berlaku pada Selasa (24/6) pukul 11.00 WIB.

Namun, tensi kembali meningkat setelah Menteri Pertahanan Israel, israel Katz, memerintahkan serangan lanjutan ke Iran pada Selasa pagi, dengan tuduhan pelanggaran kesepakatan. pemerintah Iran membantah tuduhan tersebut dan mengancam akan melakukan pembalasan jika diserang kembali.

sebelumnya, Iran juga telah meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid milik militer AS di Qatar sebagai respons atas serangan Amerika terhadap tiga fasilitas nuklir Iran. “Situasi di Timur Tengah memang masih penuh ketidakpastian, namun paling tidak, keadaan saat ini jauh lebih baik dibandingkan kekhawatiran akan terjadinya saling serang besar-besaran,” kata Lukman.

Di sisi lain, penguatan rupiah juga tertahan oleh pernyataan hawkish Gubernur Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, yang menyoroti bahwa inflasi AS masih belum mencapai target dan berisiko meningkat akibat tekanan tarif.

dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp16.250 hingga Rp16.350 per dolar AS.Pada pembukaan perdagangan Rabu pagi,nilai tukar rupiah mencatatkan penguatan sebesar 98 poin atau 0,60 persen,mencapai level Rp16.256 per dolar AS, dibandingkan dengan posisi sebelumnya di Rp16.354 per dolar AS.