Tutup
EkonomiEmasInvestasiNews

Rusia Akumulasi Emas, Sanksi Barat Belum Goyahkan Ekonomi?

397
×

Rusia Akumulasi Emas, Sanksi Barat Belum Goyahkan Ekonomi?

Sebarkan artikel ini
cadangan-emas-rusia-sentuh-rp5.189-triliun,-sanksi-berlapis-barat-lewat!
Cadangan Emas Rusia Sentuh Rp5.189 Triliun, Sanksi Berlapis Barat Lewat!

Jakarta – cadangan emas Rusia mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.Nilainya mencapai US$311 miliar atau setara Rp5.189 triliun.

Lonjakan ini didorong oleh harga emas yang menembus US$4.000 per ons pada Oktober 2025. angka ini jauh melampaui harga pada 2023 yang masih di bawah US$2.000 per ons.

Bank Sentral rusia mencatat, investasi Moskow dalam emas batangan melonjak US$92 miliar (Rp1.535 triliun) dalam setahun terakhir.

Dewan Emas Dunia (WGC) menempatkan Rusia sebagai investor emas terbesar kelima di dunia. Negara ini berada di bawah AS, Jerman, Italia, dan Prancis.

presiden Vladimir Putin menyatakan ekonomi Rusia tetap stabil. Hal ini disampaikan dalam Forum Investasi Russia Calling! di tengah tekanan sanksi dari Barat.

Putin memperkirakan ekonomi Rusia akan tumbuh 0,5 hingga 1 persen tahun ini.

Sebagai informasi, negara-negara Barat memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Rusia sejak konflik Ukraina pada Februari 2022.

Bank sentral India (RBI) juga dilaporkan menarik kembali 64 ton cadangan emasnya dari brankas luar negeri antara April dan September 2025.

langkah ini diambil di tengah kekhawatiran pembekuan aset rusia senilai lebih dari US$300 miliar oleh Barat.

Sebelumnya, CEO JPMorgan, Jamie Dimon, memprediksi harga emas berpotensi mencapai US$5.000-US$10.000 dalam kondisi ekonomi global saat ini.

Dimon menyoroti berbagai tantangan seperti tarif AS, defisit yang melebar, inflasi, perkembangan AI, serta ketegangan geopolitik.