Jakarta – sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta di wilayah Jakarta dan sekitarnya dilaporkan mengalami penipisan stok Bahan Bakar Minyak (BBM). Bahkan, beberapa di antaranya dilaporkan sudah kehabisan stok.
Kondisi ini terjadi di tengah kekhawatiran akan ancaman krisis energi global.
Pantauan terkini menunjukkan, SPBU Shell terpantau tidak lagi memiliki stok BBM. Sementara itu, ketersediaan BBM di SPBU Vivo juga mulai menipis.
Menurut keterangan resmi dari situs Shell Indonesia,seluruh jenis BBM Shell seperti Shell Super,Shell V-Power,Shell V-Power Nitro+,dan Shell V-Power Diesel saat ini tidak tersedia di seluruh SPBU.
“Produk bahan bakar minyak (BBM) shell saat ini tidak tersedia. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Anda alami. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku,” demikian pernyataan Shell.
Di Bekasi, salah satu SPBU Shell di Jatiasih dilaporkan sudah mengalami kekosongan stok BBM selama dua bulan terakhir.
“Sudah hampir dua bulanan mungkin ya kosong semua. Belum ada info lagi kapan bakal ada,” ujar seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya.
Meski demikian, pelayanan bengkel Shell dan minimarket Shell Select tetap beroperasi seperti biasa.
“Ya sekarang buka buat bengkel untuk servis atau ganti oli sama minimarket,” imbuhnya.
Sementara itu, stok BBM di SPBU Vivo di Pekayon, Bekasi, hanya menyisakan BBM RON 92 atau Revvo 92.
Uki, seorang petugas SPBU Vivo, mengatakan bahwa stok BBM RON 95 atau Revvo 95 dan Diesel telah kosong selama kurang lebih seminggu. Ia juga belum mengetahui kapan pengiriman stok jenis bahan bakar lain akan dilakukan.
“Iya, 95 sama diesel sebelum Lebaran sempat ada, udah semingguan lah. Belum tau kapan bakal ada pengiriman lagi,” ungkap Uki.
Berbeda dengan Shell dan Vivo, stok BBM di SPBU BP-AKR di Galaxy, bekasi, terpantau aman untuk semua jenis, yakni BP 92, BP Ultimate, dan BP Diesel.
“Aman buat stok di sini, tapi kurang tahu sampe kapan bakal ada stoknya,” jawab Dinda, seorang petugas SPBU BP-AKR. Ia menambahkan belum ada informasi terkait pengiriman kembali.






