Tutup
NewsRegulasi

Cegah Krisis Pupuk, Pemerintah Andalkan Pasar Alternatif di Tengah Konflik Global

157
×

Cegah Krisis Pupuk, Pemerintah Andalkan Pasar Alternatif di Tengah Konflik Global

Sebarkan artikel ini

Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan langkah mitigasi dengan memperluas jangkauan pencarian sumber bahan baku ke berbagai negara, terutama untuk komoditas yang selama ini bergantung pada impor dari wilayah yang kini dilanda konflik.

prabowo-kunci-87-persen-lahan-sawah-ri-tak-boleh-dialihfungsikan
Prabowo Kunci 87 Persen Lahan Sawah RI Tak Boleh Dialihfungsikan

Jakarta – Pemerintah menegaskan tidak akan memberlakukan pembatasan ekspor pupuk, meskipun ketidakpastian pasokan bahan baku pupuk global meningkat akibat konflik yang berkecamuk di Timur Tengah. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyampaikan bahwa strategi utama yang diambil adalah diversifikasi sumber impor bahan baku, bukan pembatasan ekspor.

“Tidak ada pembatasan ekspor. Kita tidak ke arah sana,” tegas Mendag Budi kepada wartawan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Jumat (27/3).

Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan langkah mitigasi dengan memperluas jangkauan pencarian sumber bahan baku ke berbagai negara, terutama untuk komoditas yang selama ini bergantung pada impor dari wilayah yang kini dilanda konflik.

“Kita antisipasi dengan mencari alternatif pasar atau barang pengganti. Misalnya, mengambil dari negara yang memiliki komoditas serupa,” jelasnya.

Indonesia, menurut Budi, tidak hanya mengandalkan pasokan pupuk dari Timur Tengah. Kawasan Eurasia menjadi salah satu sumber penting.

“Kita banyak impor pupuk dari Eropa Timur, seperti Kazakhstan dan Uzbekistan. Pasokan dari negara-negara Eurasia ini bisa menjadi alternatif,” ungkapnya.

Hingga saat ini, dipastikan belum ada laporan gangguan pasokan bahan baku yang signifikan dari pelaku usaha maupun PT Pupuk Indonesia (Persero).

“Dari BUMN belum ada keluhan ke kami,” imbuh Budi, mengindikasikan situasi masih terkendali.

Bahkan, mayoritas impor bahan baku pupuk Indonesia saat ini berasal dari negara-negara Eurasia, sehingga risiko gangguan pasokan dinilai masih dapat diantisipasi.

Hal ini menjadikan Indonesia berbeda dengan sejumlah negara lain yang telah mengambil langkah membatasi ekspor pupuk untuk mengamankan kebutuhan domestik mereka di tengah gejolak global. Penutupan sejumlah jalur strategis akibat konflik telah memicu lonjakan harga pupuk dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap krisis pangan.

Namun, pemerintah Indonesia memilih pendekatan yang berimbang, yakni menjaga kelancaran perdagangan sambil proaktif mencari sumber pasokan alternatif. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan pupuk tanpa harus mengorbankan ekspor komoditas tersebut.

Mendag Budi menambahkan, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi global, termasuk fluktuasi harga energi dan logistik, untuk memastikan ketersediaan bahan baku tetap aman. “Mudah-mudahan tidak ada masalah,” pungkasnya.