Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) berupaya menjembatani kesenjangan kompetensi antara lulusan dan kebutuhan industri.
Untuk itu, UNP menggelar pertemuan dengan para pelaku industri pariwisata dan perhotelan.
Pertemuan bertajuk “Strategic Industry Roundtable: Building Competency Pathways in Hospitality & Tourism” ini diadakan oleh Departemen Pariwisata, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) UNP, Selasa (13/1).
Forum ini menjadi wadah bagi UNP untuk mendapatkan masukan dari industri terkait kurikulum Program Studi D4 Manajemen Perhotelan dan S1 Pariwisata.
Selain itu, pertemuan ini juga membahas potensi kerja sama lanjutan.
Kerja sama tersebut dapat berupa program magang, riset terapan, sertifikasi, hingga rekrutmen lulusan.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Internasional UNP, deski Beri, menekankan pentingnya sinergi antara UNP dan dunia industri.
“Kami menginginkan adanya sinergi antara UNP dengan dunia industri, sehingga kita menghasilkan produk (alumni) yang diserap oleh pasar,” ujarnya.
Dekan FPP UNP, Asmar Yulastri, menyoroti tingginya dinamika dan kompetisi di industri pariwisata.
Ia menekankan pentingnya penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri.
“Bagaimana program di universitas bisa diselaraskan agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan di dunia industri,” kata Asmar.
Direktur Kerja sama, Reputasi, dan Internasionalisasi UNP, Rusnardi Rahmat Putra, menambahkan bahwa kontribusi mitra industri sangat dibutuhkan untuk meningkatkan reputasi dan peringkat UNP.
“UNP sekarang sudah masuk jajaran dunia, menduduki ranking 1400+ secara global dan peringkat 20 di Indonesia,” jelasnya.
Pertemuan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari dunia industri.
Di antaranya Ketua PHRI Sumatera Barat, AE Rina Pangeran, Perwakilan indonesia Hotel General Manager Association, Lambok Jaya Situmeang, Ketua pokja Pariwisata, Joni Mardianto, dan Ketua ASITA Sumbar, Darmawi.







