Tutup
Perbankan

Wali Kota Pariaman Pastikan Progul Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga Berjalan

284
×

Wali Kota Pariaman Pastikan Progul Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga Berjalan

Sebarkan artikel ini
wali-kota-pariaman-pastikan-progul-satu-rumah-satu-industri-rumah-tangga-berjalan
Wali Kota Pariaman Pastikan Progul Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga Berjalan

Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program unggulan “Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga”. pada hari Selasa, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Karan Aur untuk meninjau langsung implementasi program tersebut.

Dalam kunjungannya, Yota balad didampingi oleh istri, menyempatkan diri mengunjungi kediaman salah seorang warga bernama Gusnawita. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan program unggulan tersebut berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. “Saya didampingi istri mendatangi salah satu rumah warga di Kelurahan Karan Aur, untuk memastikan program unggulan satu rumah satu industri rumah tangga sesuai peruntukkannya,” ungkapnya usai melakukan peninjauan. Ia juga menambahkan bahwa program ini mendapatkan respon positif dari masyarakat.”Program unggulan ini sangat diterima oleh warga penerima manfaat,” imbuhnya.

Yota Balad menjelaskan bahwa program industri rumah tangga ini bertujuan untuk memberikan sumber pendapatan tambahan bagi keluarga. “Dengan adanya industri rumah tangga, keluarga dapat memiliki sumber pendapatan tambahan di luar pekerjaan utama,” jelasnya. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pemerintah kota berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada ibu rumah tangga yang membutuhkan bantuan untuk memulai atau mengembangkan usaha. “Dengan menggandeng ibu rumah tangga yang membutuhkan bantuan pemerintah, sehingga dapat berdagang, atau berjualan,” ujarnya. Ia mencontohkan kasus Gusnawita, yang sebelumnya pernah berjualan namun terhenti karena gerobaknya rusak. “Apalagi Ibu Wit (Gusnawita) ini dulunya pernah berjualan, tetapi karena gerobaknya rusak, tidak bisa berjualan. Kami hadir membantu nanti memperbaiki gerobak dan memberikan modal,” ungkapnya.

Selain itu, Yota Balad juga menyoroti potensi industri rumah tangga dalam mengembangkan ekonomi daerah dan melestarikan kearifan lokal. “Industri rumah tangga seringkali berbasis pada potensi sumber daya lokal, baik bahan baku maupun keterampilan masyarakat,” terangnya.Ia juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam industri rumah tangga. “Industri rumah tangga memberikan kesempatan bagi perempuan berkarya dan mandiri secara ekonomi,” tuturnya. Hal ini, menurutnya, berkontribusi pada peningkatan peran perempuan dalam kesejahteraan keluarga.”Hal ini berkontribusi pada peningkatan peran perempuan dalam kesejahteraan keluaraga, di tengah keterbatasan yang mereka alami saat ini,” tegasnya.Pada kesempatan tersebut, Yota Balad dan istri memberikan bantuan berupa uang saku dan sembako kepada Gusnawita, serta berjanji akan mengusulkan perbaikan rumahnya melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). “Kami akan mengusulkan agar Ibu Wit ini merima bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH),” ujarnya. Ia berharap rumah gusnawita dapat segera diperbaiki, mengingat kondisi rumah yang tidak layak huni dan dihuni oleh tujuh orang. “Kami harap rumahnya dapat segera diperbaiki. Apalagi dengan jumlah orang yang ditampung di rumah ini tujuh orang, ayah dan ibu serta lima anak mereka. Sehingga memang harus dibangun rumahnya,” pungkasnya.