Tutup
EkonomiInvestasiTeknologi

Asia Pasifik Memacu Ekonomi, Investor Global Beraksi

249
×

Asia Pasifik Memacu Ekonomi, Investor Global Beraksi

Sebarkan artikel ini
ai,-semikonduktor,-hingga-energi-hijau:-mesin-baru-ekonomi-asia-pasifik
AI, Semikonduktor, hingga Energi Hijau: Mesin Baru Ekonomi Asia Pasifik

Jakarta – Investor pasar saham di Indonesia tampaknya harus lebih bersabar. Sentimen dan kinerja pasar modal diperkirakan belum akan pulih dalam waktu dekat.

Pemulihan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan juga belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Stabilitas ekonomi nasional masih terjaga. Namun, dinamika global dan domestik membuat investor masih ragu untuk berinvestasi.

Eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan tantangan struktural di dalam negeri membuat pasar keuangan Indonesia bergerak hati-hati.

Senior portfolio Manager, Asia Pacific Equities, Manulife Investment Management, Marco Giubin mengatakan, beberapa negara di Asia Pasifik tengah menyiapkan ekspansi ekonomi.

Pemulihan manufaktur, peningkatan belanja konsumen, dan akselerasi transformasi digital menjadi pendorongnya.

Transformasi digital, terutama revolusi kecerdasan buatan (AI), menjadi penopang ekonomi di Asia Pasifik tahun lalu.

Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi kawasan ‘Emerging and Developing Asia’ tetap resilien pada 2026, dengan potensi pertumbuhan sekitar lima persen.

Pasar modal Asia Pasifik diproyeksikan mencetak rekor pada 2026.

Pipeline IPO yang kuat, megadeals besar, dan aktivitas pendanaan ekuitas mengindikasikan dinamika pertumbuhan perusahaan-perusahaan di kawasan ini.

“Asia Pasifik memasuki fase ekspansi bisnis yang menarik bagi investor global,” kata Marco, Kamis (5/3/2026).

Korea Selatan dan Taiwan memimpin inovasi teknologi, sementara India dan negara-negara ASEAN terus memperluas pasar domestiknya.

Tren global seperti relokasi manufaktur, diversifikasi rantai pasok, dan peningkatan kebutuhan teknologi membuat Asia Pasifik menjadi wilayah yang mendapat aliran modal signifikan.

China, meski menghadapi perlambatan struktural, tetap menjadi penggerak penting dalam ekosistem industri regional.

Negara lain yang diuntungkan oleh pergeseran rantai pasok global juga menunjukkan kinerja kuat.

Prospek penurunan suku bunga oleh bank sentral utama dunia berpotensi meningkatkan likuiditas dan minat investasi ke kawasan Asia Pasifik sepanjang 2026.