Tutup
BisnisNewsTeknologi

Reality Labs Meta Kembali Catat Kerugian Miliaran Dolar

86
×

Reality Labs Meta Kembali Catat Kerugian Miliaran Dolar

Sebarkan artikel ini
bisnis-reality-labs-milik-mark-zuckerberg-boncos-rp69-triliun-di-kuartal-i-2026
Bisnis Reality Labs Milik Mark Zuckerberg Boncos Rp69 Triliun di Kuartal I-2026

Jakarta – Ambisi Meta Platform Inc membangun dunia metaverse kembali menghadapi kenyataan pahit. Di tengah agresifnya perusahaan menggelontorkan dana untuk pengembangan kecerdasan buatan atau AI, Reality Labs, lini bisnis induk Facebook itu, terus membukukan kerugian besar hingga miliaran dolar.

Dalam laporan keuangan kuartal I-2026, Reality Labs mencatat kerugian operasional sebesar US$4,03 miliar atau sekitar Rp69,4 triliun dengan estimasi kurs Rp17.350 per dolar AS. Di sisi lain, pendapatan divisi tersebut tercatat sebesar US$402 juta atau sekitar Rp6,97 triliun.

Hasil itu sedikit lebih baik dibandingkan proyeksi analis Wall Street yang memperkirakan kerugian mencapai US$4,82 miliar. Sementara itu,pendapatan perusahaan diproyeksikan sebesar US$488,8 juta.

Reality Labs merupakan divisi yang mengembangkan teknologi virtual reality atau VR, augmented reality atau AR, serta perangkat wearable. Sejak akhir 2020, unit ini telah mengakumulasi kerugian operasional lebih dari US$80 miliar.

Pengembangan lini bisnis tersebut menjadi bagian dari transformasi besar-besaran yang dilakukan CEO Meta Platform Mark Zuckerberg pada 2021. Ia juga mengubah nama Facebook menjadi Meta dengan keyakinan bahwa aktivitas kerja dan hiburan akan beralih ke dunia virtual.

namun, optimisme itu perlahan memudar sejak ledakan teknologi AI generatif yang dipicu kemunculan ChatGPT pada akhir 2022. Sejak saat itu, Meta dinilai tertinggal dalam persaingan AI dibandingkan pemain besar seperti openai, Anthropic, dan Google.

Untuk mengejar ketertinggalan itu, Meta mengalihkan fokus investasinya ke pengembangan infrastruktur AI, model baru, dan layanan berbasis kecerdasan buatan. Di sisi lain, Reality labs justru mengalami pengetatan anggaran.

Pada Januari 2026, Meta memutuskan hubungan kerja sekitar 1.000 karyawan Reality Labs. Langkah itu diambil untuk mengalihkan sumber daya dari proyek VR ke pengembangan perangkat wearable berbasis AI, menyusul kesuksesan tak terduga dari kacamata pintar Ray-Ban Meta smart glasses yang dikembangkan bersama EssilorLuxottica.

Gelombang efisiensi berlanjut pada Maret 2026 ketika Meta kembali memangkas ratusan karyawan di berbagai divisi, termasuk Reality Labs, Facebook, operasional global, rekrutmen, dan penjualan. Perusahaan juga mengumumkan rencana memangkas sekitar 10 persen dari total tenaga kerja atau sekitar 8.000 karyawan, serta menghentikan perekrutan untuk 6.000 posisi yang masih terbuka.