News

Mendorong Reformasi Peran Strategis Humas di Instansi Pemerintah

136
×

Mendorong Reformasi Peran Strategis Humas di Instansi Pemerintah

Sebarkan artikel ini
dikritik-keras,-netizen:-humas-pemerintah-disebut-cuma-jago-bikin-caption!-kerjanya-foto-foto-doang!
Dikritik Keras, Netizen: Humas Pemerintah Disebut Cuma Jago Bikin Caption! Kerjanya Foto-foto Doang!

Jakarta – Kinerja humas di instansi pemerintah tengah menjadi sorotan tajam di media sosial. Praktisi komunikasi dengan akun @ndorokakung melontarkan kritik keras terkait pola kerja humas yang dinilai masih terjebak pada aktivitas reaktif dan seremonial semata.

Menurutnya, banyak pejabat humas saat ini hanya disibukkan dengan rutinitas administratif. Pekerjaan mereka sebatas membuat rilis, mencetak spanduk, hingga mengunggah dokumentasi acara di media sosial.

“Ini fakta di instansi. Banyak humas pemerintah sebenarnya paham bahwa kerja mereka bukan sekadar dokumentasi, spanduk, rilis, dan unggahan acara,” tulis akun @ndorokakung dalam unggahannya.

Ia menyoroti masalah utama berupa pelibatan humas yang kerap dilakukan di detik-detik terakhir pengambilan kebijakan. Akibatnya, peran humas hanya sebatas menjadi pelengkap atau pembuat takarir (caption) tanpa bisa memberikan masukan strategis sejak awal.

Seharusnya, humas dilibatkan sejak awal untuk memetakan risiko, menerjemahkan kebijakan, hingga menyiapkan narasi publik yang tepat. Pendekatan ini dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan publik ketimbang sekadar membuat instansi terlihat sibuk dengan kegiatan seremonial.

Kritik tersebut memicu gelombang dukungan dari banyak pegawai humas di berbagai daerah. Menggunakan tagar #HumasBukanTukangFoto, mereka menyuarakan kegelisahan senada terkait posisi humas yang kerap dianggap sepele di lingkungan birokrasi.

Menanggapi fenomena ini, wartawan senior sekaligus praktisi komunikasi, Adrian Tuswandi, menyebut tantangan humas di era digital semakin berat. Ia menekankan bahwa masyarakat saat ini tidak lagi membutuhkan konten monoton, melainkan keterbukaan dan responsivitas dari pemerintah.

“Jadi, tugas humas adalah membantu pemerintah lebih dipahami, lebih dipercaya, dan lebih responsif,” ujar pria yang akrab disapa Toaik tersebut.

Adrian mengingatkan bahwa dalam komunikasi publik, aset yang paling dipertaruhkan adalah kepercayaan. Tanpa adanya kepercayaan, kebijakan sebagus apa pun akan terasa asing dan sulit diterima oleh masyarakat luas.