Perbankan

Bank DBS Indonesia Berdayakan Lansia Hadapi Perubahan Struktur Demografi

59
×

Bank DBS Indonesia Berdayakan Lansia Hadapi Perubahan Struktur Demografi

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Data Badan Pusat Statistik tahun 2025 mengungkapkan bahwa populasi lansia di Indonesia kini telah mencapai 11,97 persen dari total penduduk nasional.

Menyikapi tren penuaan ini, Bank DBS Indonesia mengambil langkah proaktif melalui inisiatif “Impact Beyond Banking” di bawah naungan DBS Foundation.

Bertepatan dengan hari ulang tahun perusahaan yang ke-37, mereka menggandeng Langit Biru Pertiwi untuk menggelar acara “Together for the Golden Age” di Balai Purnomo, Universitas Indonesia.

Ratusan lansia berusia 65 hingga 90 tahun berpartisipasi dalam beragam sesi interaktif yang dikategorikan ke dalam kelompok Bahagia, Sehat, dan Berdaya.

Karyawan bank yang tergabung dalam program sukarela “People of Purpose” hadir mendampingi para peserta selama kegiatan berlangsung.

Segenap relawan memberikan edukasi mengenai cara menghindari penipuan digital guna memperkuat keamanan finansial para pensiunan.

Selain itu, para lansia juga mengikuti lokakarya kreatif daur ulang pot tanaman serta sesi kebugaran fisik demi menjaga ketajaman kognitif dan kesehatan tubuh.

President Director PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, menegaskan bahwa sinergi berbagai sektor sangat krusial untuk menjamin ketahanan finansial masyarakat saat memasuki masa pensiun.

Pihak perusahaan meyakini bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kesiapan dalam beradaptasi dengan perubahan demografi.

Senada dengan hal itu, Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, menyampaikan bahwa pengelolaan isu populasi lanjut usia merupakan tanggung jawab bersama agar masa tua tetap berkualitas.

Sepanjang tahun 2025, Bank DBS Indonesia mencatat keterlibatan lebih dari 3.300 karyawan dalam berbagai aksi sosial.

Total kontribusi kemanusiaan tersebut mencapai 54.800 jam kerja dan menyasar sekitar 110.000 penerima manfaat melalui 338 rangkaian kegiatan.

Berbagai program telah mereka jalankan, mulai dari pelatihan keterampilan bagi siswa SMK hingga penyaluran 44 ton makanan surplus bekerja sama dengan FoodCycle Indonesia.

Seluruh upaya ini menjadi manifestasi dari visi perusahaan untuk terus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.