BisnisEkonomiInvestasiPerbankan

Transformasi Danantara Pacu Pertumbuhan Laba 22 Perusahaan BUMN

68
×

Transformasi Danantara Pacu Pertumbuhan Laba 22 Perusahaan BUMN

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Strategi transformasi yang digulirkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara terbukti membuahkan hasil manis bagi 22 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Merujuk pada data per 27 Juni 2026, puluhan perusahaan pelat merah tersebut berhasil mencatatkan lonjakan laba yang signifikan hingga periode April 2026.

PT Pertamina menjadi penyumbang keuntungan terbesar dengan perolehan mencapai Rp24,9 triliun atau naik 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sektor perbankan juga mencatatkan rapor biru, di mana Bank Mandiri mencetak laba Rp21,3 triliun dan BRI menyusul dengan Rp21,2 triliun.

Bank BTN mencatatkan lompatan impresif dengan pertumbuhan laba mencapai 1.339 persen hingga menyentuh angka Rp1,4 triliun.

Kinerja positif turut ditorehkan PT Pupuk Indonesia yang membukukan laba Rp4,8 triliun setelah meroket 202 persen.

Pegadaian mencatatkan kenaikan laba sebesar 87 persen menjadi Rp4,3 triliun, sementara MIND ID di sektor pertambangan meraih laba Rp14,1 triliun dengan pertumbuhan 31 persen.

Pemulihan kondisi keuangan juga dirasakan oleh perusahaan yang sebelumnya sempat terpuruk, seperti Krakatau Steel yang sukses berbalik untung sebesar Rp635 miliar.

Trend positif ini juga merambah ke LEN Indonesia, Kimia Farma, Semen Indonesia, Agrinas Pangan, serta Danareksa.

Di sektor infrastruktur dan jasa, Pelindo, Hutama Karya, InJourney, dan ADHI Karya kompak melaporkan kenaikan profit yang cukup berarti.

Tambahan kontribusi pertumbuhan juga datang dari BSI sebesar 18 persen dan BNI sebesar 6 persen.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari skema transformasi yang diterapkan secara konsisten.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga tata kelola dan menyajikan data yang transparan sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik,” ujar Dony.

Ia menambahkan, keterbukaan akses informasi mengenai kinerja perusahaan pelat merah akan tetap menjadi prioritas lembaganya.

Dony berharap kolaborasi antar-BUMN dapat terus diperkuat guna memantapkan posisi perusahaan sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Ke depan, penguatan kinerja yang berkelanjutan menjadi syarat mutlak agar BUMN mampu menopang agenda transformasi ekonomi Indonesia secara maksimal.