Padang – Pelaku industri kreatif kini dituntut untuk mampu menyisipkan narasi budaya dan nilai moral di balik estetika setiap produk yang dihasilkan.
Dr. Yandri, M.Sn. menjawab tantangan tersebut melalui karya terbarunya berjudul “Ortologi Ecoprint Minangkabau” yang diterbitkan oleh Teraseni.
Buku ini menjadi panduan strategis bagi para perajin untuk meningkatkan nilai jual produk melalui penggabungan teknik ecoprint dengan kekayaan motif khas Minangkabau.
Dalam karyanya, Dr. Yandri mengarahkan perajin untuk mengaplikasikan pola tradisional seperti siriah gadang, pucuak rabuang, dan itiak pulang patang pada media kain.
Inovasi penggabungan motif lokal ini dinilai sebagai cara cerdas untuk memenangkan persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Buku tersebut memuat panduan teknis mengenai 17 jenis tanaman lokal yang teruji efektivitasnya sebagai pewarna alami pada kain.
Informasi mendalam ini membantu pelaku usaha untuk menekan biaya serta efisiensi waktu dalam tahapan riset produk.
Selain itu, penulis turut membedah penggunaan bahan mordan seperti tunjung, tawas, dan kalsium karbonat agar warna produk lebih awet.
Strategi penyederhanaan motif tradisional juga diulas guna menciptakan harmoni saat dipadukan dengan teknik cetak daun.
Dr. Yandri meyakini ecoprint memiliki kapasitas besar dalam menggerakkan ekonomi kreatif serta memberdayakan kaum perempuan di Sumatera Barat.
Bukti nyata keberhasilan teknik ini dalam membuka lapangan kerja baru dan melahirkan produk unggulan daerah turut dipaparkan melalui dokumentasi pelatihan.
Bagi kalangan pebisnis dan desainer, buku ini merupakan referensi tepat untuk memperkuat identitas budaya sekaligus memberikan nilai tambah pada karya mereka.
Pemanfaatan kekayaan alam yang dipadukan dengan kearifan lokal menjadi fondasi utama dalam menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.







