News

BPIP Bekali Relawan Padang Implementasikan Nilai Pancasila dalam Masyarakat

50
×

BPIP Bekali Relawan Padang Implementasikan Nilai Pancasila dalam Masyarakat

Sebarkan artikel ini
erkuat-nilai-kebangsaan,-bpip-bekali-relawan-gerakan-kebajikan-pancasila-di-padang
erkuat Nilai Kebangsaan, BPIP Bekali Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Padang

Padang – Sebanyak 300 relawan Gerakan Kebajikan Pancasila dibekali wawasan ideologi negara secara intensif oleh Komisi XIII DPR RI bersama BPIP RI di UPT Asrama Haji Embarkasi Padang pada Senin (6/7/2026).

Program ini dirancang untuk memastikan nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam interaksi sosial sehari-hari.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mendorong para relawan agar menjadikan catatan sejarah perjuangan bangsa sebagai fondasi utama dalam memperkuat komitmen kebangsaan.

Menurut Maigus, Pancasila berfungsi sebagai kompas moral untuk menjaga kesatuan, keadilan, serta harmoni di tengah dinamika tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Kita harus terus mengingat sejarah bangsa agar nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujar Maigus.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi XIII DPR RI, M. Shadiq Pasadigoe, menekankan bahwa pendidikan ideologi ini adalah momentum untuk menumbuhkan pengendalian diri dalam setiap aksi nyata.

Ia berharap para peserta mampu menjadi garda terdepan di lingkungan masing-masing guna membumikan nilai-nilai kebangsaan secara konsisten.

“Pendidikan Pancasila kuncinya adalah pengendalian diri; makna terpenting adalah bagaimana nilai tersebut menjiwai setiap tindakan kita,” tegas Shadiq.

Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP RI, Adhianti, menilai pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mencetak agen perubahan bagi masyarakat luas.

Adhianti menegaskan bahwa Pancasila wajib diwujudkan dalam setiap pengambilan keputusan dan aktivitas rutin masyarakat, bukan sekadar dilafalkan secara lisan.

“Pancasila tidak cukup hanya dilafalkan, tetapi harus hadir dalam setiap pengambilan keputusan dan aktivitas sehari-hari,” tutur Adhianti.

Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Nanda Satria, turut mengajak seluruh elemen masyarakat agar menjadikan ideologi bangsa sebagai pedoman hidup yang tumbuh dari dalam hati.

Nanda berpesan agar warga tidak menganggap Pancasila sebagai sesuatu yang sakral dan jauh, melainkan sebagai bagian tak terpisahkan dari perilaku sehari-hari.

“Pancasila bukan sesuatu yang sakral dan jauh di sana, tetapi ada di dalam hati kita; mari kita amalkan bersama dalam kehidupan sehari-hari,” ajak Nanda.

Kegiatan ini ditutup dengan prosesi penyerahan plakat sebagai apresiasi atas sinergitas lintas lembaga dalam upaya memperkuat ideologi negara.