Bursa Saham

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat Selasa 7 Juli, Simak Sentimen Penggeraknya

49
×

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat Selasa 7 Juli, Simak Sentimen Penggeraknya

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 0,69% ke level 5.916,07 pada penutupan perdagangan Senin (6/7/2026). Kenaikan ini dipicu oleh aksi technical rebound setelah indeks mengalami tekanan koreksi yang cukup dalam selama beberapa pekan terakhir.

Meski indeks bergerak di zona hijau, aktivitas perdagangan terpantau masih terbatas. Nilai transaksi harian tercatat hanya berada di kisaran Rp 9,5 triliun, yang mengindikasikan bahwa para pelaku pasar masih memilih untuk bersikap wait and see terhadap dinamika ekonomi terkini.

Analis teknikal menilai pergerakan pasar saat ini lebih banyak didorong oleh faktor teknikal internal. Minimnya katalis positif yang kuat membuat investor cenderung lebih berhati-hati dalam menempatkan modalnya di pasar saham.

Sentimen dari pasar global turut membayangi pergerakan IHSG. Pelaku pasar tengah mencermati rilis data sektor jasa Amerika Serikat serta risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terkait arah kebijakan suku bunga bank sentral AS ke depan.

Selain itu, keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi minyak mentah dunia juga menjadi sorotan utama. Kebijakan ini dinilai dapat memengaruhi volatilitas harga komoditas global yang secara tidak langsung berdampak pada emiten di sektor energi.

Dari sisi domestik, fokus investor tertuju pada rilis data ekonomi yang akan segera diumumkan. Indikator yang paling dinanti mencakup data cadangan devisa, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), serta Survei Penjualan Eceran dari Bank Indonesia.

Data cadangan devisa menjadi variabel krusial yang diproyeksikan akan meningkat ke level US$ 145 miliar, dibandingkan posisi sebelumnya di US$ 144,9 miliar. Jika terealisasi, kenaikan ini diharapkan mampu memperkuat persepsi stabilitas nilai tukar rupiah di mata investor.

Secara teknikal, IHSG diprediksi memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek. Indeks saat ini berpotensi menguji level resistance psikologis di area 6.000.

Sementara itu, level support IHSG diperkirakan berada di kisaran 5.735. Batas bawah ini menjadi level krusial untuk menjaga momentum penguatan agar tidak kembali terperosok ke zona merah.

Untuk perdagangan Selasa (7/7/2026), pelaku pasar disarankan untuk mencermati sejumlah saham dengan strategi teknikal yang disiplin. Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menjadi salah satu pilihan dengan rentang harga Rp 830-Rp 860, target di Rp 910-Rp 965, serta stop loss di bawah Rp 800.

Selanjutnya, PT Indika Energy Tbk (INDY) dapat diamati pada rentang Rp 2.000-Rp 2.020. Target harga ditetapkan pada level Rp 2.070-Rp 2.120 dengan stop loss di bawah Rp 1.950 per saham.

Terakhir, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) direkomendasikan dengan strategi buy on break di atas harga Rp 1.300. Target harga saham ini berada di kisaran Rp 1.330-Rp 1.379 dengan stop loss di bawah Rp 1.250 per saham.