Bursa Saham

Daftar Terbaru Indeks LQ45: INDY dan NCKL Masuk, SMGR-TOWR Keluar

12
×

Daftar Terbaru Indeks LQ45: INDY dan NCKL Masuk, SMGR-TOWR Keluar

Sebarkan artikel ini
Layar monitor yang menampilkan grafik pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia merombak komposisi indeks LQ45 dengan memasukkan INDY dan NCKL serta mengeluarkan SMGR dan TOWR.

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi merombak komposisi konstituen indeks LQ45 hasil evaluasi berkala. Dua emiten baru, yakni PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), kini masuk dalam daftar 45 saham paling likuid di pasar modal Indonesia.

Perubahan ini sekaligus menggeser dua emiten lama dari daftar tersebut. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dipastikan keluar dari indeks LQ45.

Susunan baru indeks ini akan berlaku efektif mulai 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026. Indeks LQ45 sendiri merupakan tolok ukur utama yang menghimpun saham-saham dengan volume perdagangan tinggi serta kapitalisasi pasar yang besar.

Selain pergantian emiten, BEI juga melakukan penyesuaian bobot terhadap sejumlah saham yang sudah terdaftar sebelumnya. Beberapa saham mengalami peningkatan bobot yang cukup signifikan dalam perhitungan indeks.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) tercatat mengalami kenaikan bobot dari 3,84% menjadi 4,82%. Sementara itu, bobot PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik dari 10,46% menjadi 10,91%.

Kenaikan bobot juga terjadi pada PT Chandra Asri Pacific Tbk (BRPT) yang kini menjadi 3,13% dari sebelumnya 2,96%. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turut mencatatkan kenaikan bobot menjadi 1,10%.

Di sisi lain, sejumlah saham berkapitalisasi besar justru mengalami penurunan bobot. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun menjadi 15% dari posisi sebelumnya di 16,79%.

Demikian pula dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang bobotnya menyusut dari 13,71% menjadi 13,23%. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga mencatatkan penurunan dari 8,14% menjadi 7,34%.

Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) pun ikut terkoreksi tipis menjadi 1,34%. Sementara itu, emiten pendatang baru INDY dan NCKL masing-masing langsung memiliki bobot sebesar 0,25% dan 0,46%.

Pihak bursa menegaskan bahwa jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks masih bersifat dinamis. Data tersebut dapat kembali disesuaikan sebelum tanggal efektif jika terjadi aksi korporasi emiten.

Aksi korporasi yang dimaksud meliputi pemecahan nilai saham (stock split), penggabungan saham (reverse stock), penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (right issue), hingga pembagian saham bonus. Selain itu, pembagian dividen saham juga dapat memicu perubahan perhitungan bobot.

Dengan adanya mekanisme tersebut, komposisi bobot masing-masing saham dalam indeks LQ45 masih berpotensi mengalami perubahan. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan representasi likuiditas pasar yang akurat dan mencerminkan kondisi terkini di lantai bursa.