Tutup
Urban Infrastructure

Kampung Haji Mekah: Tahap Awal Siap Tampung 22.000 Jemaah

214
×

Kampung Haji Mekah: Tahap Awal Siap Tampung 22.000 Jemaah

Sebarkan artikel ini

Mekah – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah mengembangkan “Kampung Haji” di Mekah, Arab Saudi, dengan kawasan Thakher sebagai fondasi awal. Kompleks ini nantinya diproyeksikan mampu menampung hingga 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya.

Kawasan Thakher sendiri mencakup Novotel Thakher Makkah yang berdiri di atas lahan seluas 4,4 hektare, hanya berjarak 2-3 kilometer dari Masjidil Haram. Hotel ini memiliki 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara.

Danantara berencana mengembangkan kawasan ini lebih lanjut dengan menambahkan 14 plot lahan, termasuk area komersial dan pusat ritel.

“Secara bertahap kawasan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya,” ujar Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, seperti dikutip dari Antara, Rabu (7/1/2026).

Pengembangan Kampung Haji ini akan berfokus pada penyediaan akomodasi yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas penunjang lainnya.

“Kami ingin membangun ekosistem, bukan hanya hotel. Kawasan Thakher kami siapkan sebagai basis pengembangan layanan jamaah Indonesia yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” jelas Pandu.

Selain pengembangan kawasan Thakher, Danantara juga aktif mengikuti proses lelang yang diadakan oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC), otoritas pengembangan Kota Mekah.

RCMC menawarkan berbagai plot kawasan dengan karakteristik lokasi dan peruntukan yang berbeda-beda, dengan jarak yang bervariasi dari Masjidil Haram.

Pandu menambahkan bahwa partisipasi dalam lelang RCMC merupakan bagian dari strategi jangka panjang Danantara untuk mengembangkan Kompleks Haji secara selektif dan berdasarkan kajian yang mendalam.

Pengembangan Kampung Haji ini dijalankan melalui dua jalur strategis: penguatan fondasi melalui Kawasan Thakher dan partisipasi aktif dalam lelang RCMC.

“Kawasan Thakher menjadi fondasi awal karena asetnya eksisting dan siap dikembangkan, sementara pada saat yang sama kami juga masih mengikuti proses lelang RCMC untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah,” paparnya.

Danantara menargetkan tahap pembangunan lanjutan pada tahun 2026, dengan operasional hotel tambahan yang direncanakan mulai tahun 2029, menyesuaikan dengan kesiapan proyek dan perizinan.

“Fokus kami adalah memastikan setiap langkah dilakukan secara *prudent* (hati-hati), terukur, dan memberi manfaat jangka panjang. Kompleks Haji kami bangun sebagai proyek strategis lintas generasi,” pungkas Pandu.

Urban Infrastructure

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memberikan penjelasan terkait pembongkaran tiang monorel di DKI Jakarta. Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta, mengatakan rencana pembongkaran tiang monorel yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta memang benar adanya. Hingga saat ini, ADHI bersama Pemprov DKI masih melaksanakan pembahasan lebih lanjut. “Ini juga mengingat bahwa tiang monorel di sepanjang Jalan Rasuna Said dan Jalan Asia…