Tutup
Regulasi

Saham Sektor Jasa Bisnis: Peluang Investasi di Tengah Pertumbuhan Moderat

166
×

Saham Sektor Jasa Bisnis: Peluang Investasi di Tengah Pertumbuhan Moderat

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Sektor jasa pendukung bisnis diprediksi akan menunjukkan pergerakan moderat dan menjadi pilihan saham defensif sepanjang tahun 2026.

Analis Investasi Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, mengungkapkan bahwa emiten di sektor ini masih memiliki potensi pertumbuhan, terutama bagi perusahaan dengan kontrak jangka panjang dan pendapatan berulang (recurring income).

Menurut Indy, stabilitas sektor ini sangat bergantung pada kelangsungan aktivitas bisnis korporasi dan permintaan terhadap layanan pendukung seperti pengelolaan dokumen, penyediaan perangkat perkantoran, dan dukungan operasional.

“Sektor jasa pendukung bisnis cukup defensif dan pergerakannya moderat di 2026,” jelas Indy. “Beberapa emiten bisa memiliki ruang pertumbuhan besar jika memperoleh kontrak jangka panjang dan *recurring income*.”

Indy menyoroti empat emiten yang patut diperhatikan, yaitu PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk (MFMI), PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON), dan PT Astra Graphia Tbk (ASGR).

Dari keempat saham tersebut, ASGR dinilai paling menarik untuk dicermati tahun ini.

Emiten ini memiliki valuasi yang relatif menarik dan berpotensi mendapatkan katalis dari pemulihan aktivitas bisnis serta peluang kontrak jangka panjang baru.

“ASGR masih cukup defensif dengan valuasi yang menarik. Katalis utama datang dari pemulihan aktivitas bisnis dan potensi kontrak baru,” ujarnya.

Namun, Indy mengingatkan bahwa sektor ini tidak sepenuhnya bebas risiko.

Perlambatan ekonomi berpotensi menahan ekspansi korporasi, sehingga permintaan terhadap layanan pendukung bisnis bisa bergerak lebih hati-hati.

Investor juga perlu mencermati kemampuan masing-masing emiten dalam menjaga margin dan likuiditas usaha.

Secara keseluruhan, Indy melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka, terutama bagi emiten yang mampu menjaga efisiensi, memperkuat struktur pendapatan berulang, dan mengamankan kontrak jangka panjang.

Kehati-hatian tetap diperlukan mengingat dinamika ekonomi yang dapat mempengaruhi permintaan dari sektor korporasi.

Regulasi

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak tinggi pada Sabtu (10/1/2026). Mengutip situs Logam Mulia, Sabtu (10/1/226), harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.602.000. Harga emas Antam itu melejit Rp 25.000 jika dibandingkan dengan harga pada Jumat (9/1/2026) yang berada di level Rp 2.577.000 per gram. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp…