Investasi

BEI Resmi Luncurkan 5 ETF Emas, Cek Daftar Manajer Investasinya

50
×

BEI Resmi Luncurkan 5 ETF Emas, Cek Daftar Manajer Investasinya

Sebarkan artikel ini
Gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta saat peluncuran instrumen investasi ETF emas
Bursa Efek Indonesia resmi meluncurkan lima produk ETF berbasis emas pada Senin (10/8/2026).

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi meluncurkan instrumen investasi Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas pada Senin (10/8/2026). Peluncuran ini bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun ke-49 pasar modal Indonesia.

Sebanyak lima manajer investasi terlibat dalam inisiatif strategis ini. Mereka adalah PT Trimegah Asset Management, PT BRI Manajemen Investasi, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT Syailendra Capital, dan PT Indo Premier Investment Management.

Produk yang dirilis mencakup Trimegah Syariah ETF Emas (XTRA) dengan harga perdana Rp 248 per unit dan Mandiri ETF Emas (XMES) dengan harga Rp 757 per unit. Selain itu, terdapat BRI MI Gold ETF Syariah (XDES) dan Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) yang masing-masing dibuka di harga Rp 1.000 per unit.

Produk kelima adalah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD) dengan harga perdana Rp 256 per unit. Seluruh produk ini dirancang untuk memberikan akses investasi emas yang lebih efisien bagi investor pasar modal.

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Samsul Hidayat, menyatakan bahwa peluncuran ini bertujuan memperkuat ekosistem bulion nasional. Langkah ini mengintegrasikan pasar modal dengan industri bulion guna mendukung pendalaman pasar keuangan Indonesia.

Samsul menjelaskan bahwa pengembangan ETF emas melibatkan kolaborasi lintas sektoral. Pihak yang terlibat meliputi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self Regulatory Organizations (SROs), manajer investasi, bank kustodian, hingga dealer partisipan.

Sistem ini memungkinkan seluruh proses pembentukan ETF emas berlangsung dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Proses dimulai dari penyediaan emas fisik sebagai aset dasar hingga pencatatan Electronic Gold Receipt (EGR) di KSEI.

EGR berfungsi sebagai representasi kepemilikan emas secara elektronik bagi investor. Unit penyertaan ETF emas tersebut kemudian dapat diperdagangkan secara langsung di papan perdagangan BEI.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menambahkan bahwa instrumen ini merupakan terobosan untuk memperluas pasar bulion. Kehadiran ETF emas diharapkan mampu meningkatkan inklusivitas investasi di tanah air.

Instrumen ini juga telah memenuhi prinsip syariah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI Nomor 163/DSN-MUI/VII/2026. Hal ini memberikan kepastian hukum dan kepatuhan syariah bagi para investor yang memilih produk tersebut.

Friderica menegaskan bahwa ETF emas menawarkan keunggulan berupa kepraktisan dan likuiditas tinggi. Selain itu, emas tetap menjadi pilihan investasi safe haven yang diminati masyarakat saat kondisi ekonomi mengalami ketidakpastian.

Hingga Jumat (7/8/2026), BEI mencatat jumlah investor telah mencapai 30,27 juta Single Investor Identification (SID). Integrasi ETF emas ini diproyeksikan akan menarik lebih banyak partisipasi investor baru dalam ekosistem pasar modal ke depan.