Investasi

Syailendra Capital Luncurkan ETF Emas Syariah XSGO Bidik Investor HNWI

54
×

Syailendra Capital Luncurkan ETF Emas Syariah XSGO Bidik Investor HNWI

Sebarkan artikel ini
Logo Syailendra Capital dan ilustrasi emas batangan sebagai instrumen investasi ETF Syariah XSGO
Syailendra Capital meluncurkan produk investasi Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) yang berbasis emas fisik.

JAKARTA – Industri pasar modal Indonesia memperluas pilihan instrumen investasi dengan meluncurkan Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas. PT Syailendra Capital dijadwalkan merilis produk Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO) pada Senin, 10 Agustus 2026.

Produk ini dirancang sebagai Kontrak Investasi Kolektif dengan aset dasar berupa emas fisik dalam bentuk Electronic Gold Receipt (EGR). Emas yang menjadi acuan memiliki standar kemurnian 99,5 persen dari LBMA atau 99,9 persen sesuai standar SNI.

Head of Investment Specialist Syailendra Capital, Syanne Gracetinne, menyatakan bahwa peluncuran ini merupakan respons terhadap kebutuhan pasar akan instrumen lindung nilai yang resilien. Emas dinilai memiliki rekam jejak pertumbuhan yang stabil dengan rata-rata kenaikan 10 persen dalam 15 tahun terakhir.

Data historis menunjukkan emas kerap menjadi aset unggulan saat terjadi volatilitas pasar. Selama Krisis Finansial Global 2008, harga emas melonjak 72 persen, sementara saat pandemi Covid-19, komoditas ini mencatat kenaikan 48 persen di tengah terkoreksinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Syailendra Capital memandang koreksi harga emas saat ini sebagai momentum bagi investor untuk masuk ke pasar. Permintaan struktural emas yang tinggi, terutama dari bank sentral global, memperkuat tesis investasi untuk cakrawala jangka menengah hingga panjang.

Target utama produk ini adalah investor institusional dan individu dengan kekayaan tinggi (High Net Worth Individual/HNWI). Syarat transaksi di pasar primer ditetapkan sebesar 500 gram emas atau setara dengan Rp1,5 miliar per unit.

Meskipun menyasar segmen premium di pasar primer, investor ritel tetap dapat berpartisipasi melalui pasar sekunder. Pembelian di pasar sekunder dapat dilakukan mulai dari satu lot atau 100 unit dengan nilai investasi sekitar Rp100.000.

Strategi ini diharapkan mampu memperluas basis investor seiring dengan meningkatnya likuiditas di bursa. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia telah ditunjuk sebagai Dealer Partisipan untuk menjaga stabilitas likuiditas dan efisiensi harga.

Pihak manajer investasi berupaya menjaga selisih harga (spread) di kisaran 2 persen hingga 3 persen. Angka tersebut dinilai jauh lebih kompetitif dibandingkan spread pada platform emas ritel yang umumnya mencapai 6 persen.

Tantangan utama dalam pengembangan instrumen ini terletak pada edukasi pasar mengenai mekanisme ETF emas. Investor perlu memahami perbedaan antara ETF emas dengan emas fisik atau digital, terutama terkait aspek nilai aktiva bersih (NAV) dan struktur Dealer Partisipan.

Hingga saat ini, Syailendra Capital belum menetapkan target dana kelolaan (AUM) secara spesifik. Perusahaan lebih memilih untuk memantau respons pasar pascapeluncuran sebelum menentukan proyeksi pertumbuhan lebih lanjut.

Secara global, tren ETF terus berkembang dengan berbagai inovasi, mulai dari produk berbasis ekuitas aktif hingga aset kripto. Kehadiran XSGO di bursa domestik diharapkan mampu melengkapi diversifikasi portofolio investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.