Investasi

Syailendra Luncurkan ETF Syariah Berbasis Emas di Bursa Efek Indonesia

69
×

Syailendra Luncurkan ETF Syariah Berbasis Emas di Bursa Efek Indonesia

Sebarkan artikel ini
Suasana peluncuran produk investasi ETF Syariah berbasis emas di Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia resmi meluncurkan instrumen ETF Syariah berbasis emas, termasuk produk Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO).

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan lima instrumen Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas syariah dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-49 pasar modal Indonesia, Senin (10/8/2026). Salah satu produk yang diluncurkan adalah Reksa Dana Syariah Syailendra ETF Sharia Gold dengan kode saham XSGO.

Peluncuran ini menandai langkah strategis pasar modal dalam memperluas instrumen investasi bullion yang lebih inklusif bagi masyarakat. Produk ETF ini memungkinkan investor untuk memperdagangkan unit reksa dana secara fleksibel melalui mekanisme perdagangan di bursa, layaknya transaksi saham konvensional.

Chief Executive Officer Syailendra Capital, Fajar R. Hidajat, menyatakan bahwa kehadiran XSGO bertujuan untuk memberikan alternatif investasi emas yang lebih transparan dan mudah diakses. Produk ini dirancang untuk menjawab kebutuhan investor akan instrumen lindung nilai yang likuid.

Berdasarkan data Bloomberg yang diolah Syailendra Research, emas mencatatkan pertumbuhan rata-rata sekitar 10% per tahun dalam 15 tahun terakhir. Sepanjang periode 2014 hingga 2025, emas juga tercatat sebagai aset dengan performa terbaik sebanyak lima kali dalam berbagai kondisi pasar.

Akses investasi XSGO terbagi ke dalam dua mekanisme utama. Di pasar primer, investor dapat bertransaksi melalui PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai dealer partisipan dengan minimum pembelian setara 500 gram emas atau sekitar Rp1,5 miliar.

Bagi investor ritel, akses melalui pasar sekunder jauh lebih terjangkau. Pembelian dapat dilakukan melalui perusahaan efek dengan minimum transaksi sebesar satu lot atau 100 unit, yang setara dengan nilai sekitar Rp100.000.

Struktur underlying asset dari XSGO menggunakan Electronic Gold Receipt (EGR). PT Pegadaian bertindak sebagai penyedia sekaligus penyimpan emas, serta berperan menyediakan referensi kuotasi harga untuk perhitungan nilai unit ETF.

Pengelolaan aset ETF ini diawasi oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk selaku bank kustodian. Keterlibatan lembaga keuangan besar ini memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai dengan ketentuan otoritas pasar modal yang berlaku.

Keunggulan utama dari struktur ETF ini terletak pada efisiensi biaya transaksi. Syailendra menyebutkan bahwa spread harga beli dan jual emas pada XSGO diupayakan berada di kisaran 2% hingga 3% terhadap harga acuan Pegadaian.

Angka tersebut jauh lebih efisien dibandingkan dengan spread pada investasi emas fisik maupun emas digital yang umumnya mencapai 7% hingga 9%. Efisiensi ini diharapkan mampu menarik minat investor yang mencari instrumen investasi dengan biaya operasional rendah.

Meskipun menawarkan kemudahan, investor tetap diimbau untuk memperhatikan risiko fluktuasi harga emas di pasar global. Selain itu, pemahaman mengenai mekanisme perdagangan unit ETF di pasar sekunder menjadi faktor krusial sebelum memutuskan untuk menempatkan dana.

Peluncuran lima ETF emas syariah ini melengkapi ragam opsi investasi emas di pasar domestik. Kini, masyarakat memiliki akses yang lebih terdiversifikasi mulai dari emas fisik, emas digital, hingga instrumen berbasis bursa yang lebih modern.