Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan ultimatum keras kepada Bea Cukai. Lembaga ini diminta segera berbenah dan meningkatkan kinerja pelayanan.
Jika tidak, Menkeu mengancam akan mengembalikan sistem kepabeanan ke era Orde Baru.
“Sempat ada wacana kalau kita tidak bisa memperbaiki kinerja Bea Cukai, maka akan dijalankan seperti tahun dulu, waktu zaman Orde Baru, SGS, yang menjalankan pengecekan di custom kita,” tegas Purbaya.
SGS (Societe Generale de Surveillance) adalah perusahaan asal Swiss yang berpengalaman dalam inspeksi, verifikasi, pengujian, dan sertifikasi standar mutu perdagangan internasional.
Purbaya menjelaskan,jika SGS dilibatkan kembali,sejumlah pegawai Bea Cukai terancam dirumahkan. Fungsi mereka akan diambil alih oleh PT Surveyor Indonesia bersama SGS.
Menanggapi isu pembubaran Bea Cukai, Purbaya menegaskan bahwa ia tidak marah, melainkan menuntut keseriusan dari seluruh jajaran Kemenkeu untuk melakukan pembenahan menyeluruh.
Menurut Purbaya, penggunaan SGS adalah opsi terakhir.Pemerintah akan mempertimbangkan mengembalikan sistem pemeriksaan kepabeanan seperti era Orde Baru jika perbaikan internal tidak signifikan.
Wacana ini justru memacu semangat jajaran Bea Cukai karena mereka menyadari risiko kehilangan kewenangan utama.
Purbaya juga menyinggung perkembangan teknologi internal yang pesat, termasuk pengembangan perangkat lunak untuk pengawasan.
Ia optimistis Bea Cukai mampu menjalankan tugas dengan lebih bersih dan akurat, sehingga tidak perlu menyerahkan fungsi kepabeanan kepada pihak lain.
Purbaya menyoroti masalah mendesak seperti under-invoicing ekspor dan masuknya barang ilegal yang masih sering lolos dari pengawasan.
dugaan publik tentang praktik curang oknum Bea Cukai masih perlu ditelusuri lebih lanjut.
Saat ini, proses pengecekan masih manual. Namun, Purbaya memastikan pengawasan akan diperkuat dengan sistem berbasis artificial intelligence (AI) untuk mempercepat deteksi kejanggalan dan potensi penggelapan.
“Nggak lama lagi kita akan kerjakan pakai AI. Jadi akan lebih cepat pendeteksiannya,” pungkasnya.







