Tutup
EkonomiNews

Kripto Menggeliat, January Effect Picu Optimisme Pasar

169
×

Kripto Menggeliat, January Effect Picu Optimisme Pasar

Sebarkan artikel ini
kripto-siap-terbang-usai-tergelincir-di-akhir-tahun,-januari-efek-mulai-terasa
Kripto Siap Terbang Usai Tergelincir di Akhir Tahun, Januari Efek Mulai Terasa

Jakarta – Pasar kripto menunjukkan sinyal pemulihan di awal tahun 2026.Rebound ini memberikan harapan setelah tekanan harga yang terjadi di akhir Desember 2025.

Total kapitalisasi pasar kripto naik 1,2 persen menjadi US$3,08 triliun atau sekitar Rp 51.489,2 triliun pada Jumat, 2 Januari 2026. Kurs saat itu berada di Rp 16.720 per dolar AS.

Harga Bitcoin juga mengalami penguatan. Data MarketCoinCap menunjukkan Bitcoin naik 1,92 persen dalam 24 jam terakhir menjadi US$89.428 atau Rp 1,49 miliar pada pukul 17.03 WIB, Jumat.

Altcoin menunjukkan penguatan yang lebih signifikan. Cardano memimpin dengan lonjakan 6,3 persen ke level US$0,3553.

Sui menyusul dengan kenaikan 4,5 persen ke US$1,46. Pepe melonjak tajam 21 persen ke US$0,0548, didorong oleh kembalinya minat spekulatif.

Indeks Crypto Fear & Greed dari Choice naik delapan poin ke level 28, bergeser dari zona “extreme fear” ke zona “fear”. Ini menandakan tekanan jual mulai mereda sejak akhir Desember.

Data Coinglass menunjukkan aktivitas derivatif kripto juga menurun. Open interest turun 3,29 persen menjadi US$128 miliar, menandakan berkurangnya posisi spekulatif.

Likuidasi dalam 24 jam juga anjlok 46 persen menjadi US$126 juta. Rata-rata relative strength index (RSI) pasar kripto berada di level 56, mencerminkan momentum yang relatif netral.

Analis dari Grayscale, Bitwise, Coinbase Institutional, dan Galaxy Research sepakat memandang prospek 2026 lebih positif.

Mereka menilai koreksi akhir 2025, ketika Bitcoin turun sekitar 6 persen, sebagai fase penyesuaian sementara, bukan pembalikan tren naik jangka panjang.

Pemulihan ini terjadi seiring kembalinya aliran dana ke aset berisiko setelah libur akhir tahun.Secara historis, Januari sering menjadi periode yang lebih kuat bagi kripto dan pasar saham, yang dikenal sebagai “january effect”.

Analis menilai pendorong utama adalah kembalinya aliran dana pasca praktik tax-loss harvesting. Penjualan agresif menjelang akhir tahun, terutama oleh investor AS, cenderung berbalik pada awal Januari saat portofolio disusun ulang.