JAKARTA – PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) bersama tujuh entitas anaknya resmi mendapatkan fasilitas kredit perbankan dengan nilai total mencapai Rp 4 triliun. Pembiayaan sindikasi ini diperoleh dari PT Bank CIMB Niaga Tbk dan PT Bank OCBC NISP Tbk.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Akta Perjanjian Kredit Nomor 12 yang ditandatangani pada 6 Juli 2026. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan dalam mendukung operasional bisnis rumah sakit yang dikelola perseroan.
Tujuh anak usaha yang terlibat dalam perjanjian kredit ini meliputi PT Sarana Meditama International, PT Sarana Meditama Anugerah, dan PT Kurnia Sejahtera Utama. Selain itu, terdapat PT Unggul Pratama Medika, PT Utama Pratama Medika, PT Kedoya Adyaraya Tbk, serta PT Sinar Medika Sejahtera.
Corporate Secretary SAME, Rahmiyati Yahya, menjelaskan bahwa dana pinjaman akan digunakan untuk tiga tujuan utama. Dana tersebut dialokasikan untuk pendanaan kembali atau refinancing fasilitas pembiayaan yang sudah ada sebelumnya.
Selain itu, perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk membiayai investasi dan belanja modal atau capital expenditure (capex). Sisa dana akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja operasional perusahaan.
Meski demikian, manajemen perusahaan belum memublikasikan rincian mengenai tingkat suku bunga, tenor pinjaman, maupun jadwal pembayaran secara mendetail. Porsi pembiayaan dari masing-masing bank pemberi kredit juga tidak dijabarkan dalam keterbukaan informasi tersebut.
Manajemen menegaskan bahwa transaksi material ini tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi perseroan. Operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha dipastikan tetap berjalan normal pasca-perolehan fasilitas ini.
Selain melalui skema utang, SAME sebelumnya telah mendapatkan restu pemegang saham untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (private placement). Perseroan berencana menerbitkan 1,64 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 20 per lembar.
Aksi korporasi tersebut setara dengan 9,6% dari total saham disetor perseroan. Dana hasil private placement nantinya akan digunakan sebagai alternatif pendanaan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung pengembangan fasilitas rumah sakit.
Manajemen menilai langkah ini akan memperbaiki struktur permodalan perusahaan secara keseluruhan. Selain itu, aksi ini diharapkan mampu meningkatkan likuiditas perdagangan saham SAME di Bursa Efek Indonesia.
Dari sisi kinerja keuangan, SAME mencatatkan performa positif sepanjang tahun 2025. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 30,08 miliar, melonjak tajam dibandingkan laba tahun sebelumnya yang hanya Rp 11,8 miliar.
Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh pendapatan yang mencapai Rp 1,86 triliun pada 2025. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 9,12% secara tahunan dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang sebesar Rp 1,7 triliun.
Kontribusi pendapatan terbesar perseroan masih didominasi oleh layanan penunjang medis. Segmen pasien rawat jalan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi, disusul oleh segmen kamar rawat inap yang terus mengalami peningkatan pemanfaatan.







