Tutup
Urban Infrastructure

Strategi Operator Tol Hadapi Puncak Arus Balik Nataru

279
×

Strategi Operator Tol Hadapi Puncak Arus Balik Nataru

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Operator jalan tol bersiap menghadapi lonjakan arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang diperkirakan mencapai puncaknya akhir pekan ini.

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengambil langkah antisipasi dengan menambah jumlah gardu ke arah Jakarta di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama. Kenaikan volume kendaraan di ruas Tol Jakarta-Cikampek mulai terlihat sejak Jumat (2/1/2026) pukul 14.00 WIB.

“Saat itu, terpantau sekitar 2.000 kendaraan per jam melintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek,” kata VP Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) Ria Marlinda Paallo, seperti dikutip dari Antara.

JTT juga mengoptimalkan layanan di GT Cikampek Utama dengan memberlakukan pengaturan jumlah gardu operasi sejak pukul 15.30 WIB.

Pengaturan operasional mencakup pengoperasian 18 gardu transaksi ke arah Jakarta dan 12 gardu transaksi ke arah Trans Jawa. Langkah ini dilakukan untuk mencegah antrean panjang dan memastikan kelancaran transaksi di tengah peningkatan volume lalu lintas.

Pada periode H-2 hingga H-1 libur Tahun Baru (30-31 Desember 2025), JTT mencatat 299.454 kendaraan melintasi ruas Tol Jakarta-Cikampek menuju timur Trans Jawa. Angka ini melonjak 38,17 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 216.725 kendaraan.

Jumlah tersebut merupakan angka kumulatif dari enam GT Utama di wilayah Trans Jawa, yaitu GT Cikampek Utama (ke arah Trans Jawa), GT Kalikangkung (ke arah Semarang), GT Banyumanik (ke arah Solo), GT Warugunung (ke arah Surabaya), GT Kejapanan Utama (ke arah Malang), dan GT Singosari (ke arah Malang).

Khusus di GT Cikampek Utama, tercatat 69.180 kendaraan melintas pada H-2 sampai H-1 libur Tahun Baru 2026. Jumlah ini naik 28,56 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 53.811 kendaraan. Kendaraan dari timur Trans Jawa tercatat 55.660 unit, meningkat 9,06 persen dari lalu lintas normal sebanyak 51.038 kendaraan.

Sementara itu, Chief Operating Officer ASTRA Infra Group, Rinaldi, memperkirakan puncak arus balik libur Nataru di ruas Tol Tangerang-Merak dan Cikopo-Palimanan (Cipali) terjadi pada 3-5 Januari 2026.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk disiplin berlalu lintas dan mengikuti imbauan keselamatan demi kelancaran bersama,” ujar Rinaldi.

Puncak arus balik di ruas Tol Jombang-Mojokerto diprediksi terjadi lebih awal, yaitu pada 2-4 Januari 2026.

Data pada H+7 Hari Raya Natal (1 Januari 2026) menunjukkan total 241.666 kendaraan melintasi tiga ruas tol kelolaan ASTRA Infra.

Rinciannya, Tol Tangerang-Merak dilintasi 123 ribu kendaraan, Tol Cipali 78 ribu kendaraan (naik 39,59 persen dari normal), dan Tol Jombang-Mojokerto 39 ribu kendaraan (naik 46,85 persen dari normal).

Sebelumnya, Korps Lalu Lintas Polri memprediksi arus balik mudik Natal dan tahun baru terjadi pada 4 Januari 2026. Perkiraan ini mundur dari prediksi awal karena adanya kebijakan work from anywhere (WFA).

“Dengan adanya kebijakan WFA, terjadi pergeseran arus balik. Yang semula direncanakan pada 2 Januari, ada kemungkinan bergeser ke 4 Januari,” kata Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho, Sabtu (27/12/2025).

Agus memperkirakan 2,8 juta kendaraan akan kembali ke Jakarta pada masa arus balik. Korlantas Polri akan menambah personel untuk menjaga titik-titik strategis dengan volume kendaraan tinggi.

Urban Infrastructure

SumbarSumbarbisnis.com JAKARTA. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) memberikan penjelasan terkait pembongkaran tiang monorel di DKI Jakarta. Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta, mengatakan rencana pembongkaran tiang monorel yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta memang benar adanya. Hingga saat ini, ADHI bersama Pemprov DKI masih melaksanakan pembahasan lebih lanjut. “Ini juga mengingat bahwa tiang monorel di sepanjang Jalan Rasuna Said dan Jalan Asia…