Tutup
EkonomiInvestasiPerbankan

IHSG Anjlok Dalam, BEI Kembali Lakukan Trading Halt

110
×

IHSG Anjlok Dalam, BEI Kembali Lakukan Trading Halt

Sebarkan artikel ini
ihsg-anjlok,-bei-bekukan-perdagangan-saham-dua-hari-berturut-turut
IHSG Anjlok, BEI Bekukan Perdagangan Saham Dua Hari Berturut-turut

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melakukan trading halt atau penghentian sementara perdagangan saham pada Kamis (29/1). Keputusan ini diambil setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level terendah 7.481 pada sesi perdagangan pertama.

Pada penutupan sesi pertama, IHSG berada di level 7.828, mencerminkan penurunan 5,91 persen atau 492,08 poin, menurut data RTI Infokom. Sebanyak 720 saham mengalami penurunan,65 saham berpotensi naik,dan 22 saham stagnan.

Saat pembukaan perdagangan, IHSG berada di level 8.027. BEI merespons cepat penurunan ini dengan menutup sementara perdagangan pada pukul 09:26:01 hingga 09:56:01 waktu JATS.

“Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad.

Sebelumnya, BEI juga melakukan trading halt pada Rabu (28/1) karena IHSG anjlok 8 persen. Pada penutupan perdagangan rabu sore, IHSG berada di level 8.320, turun 659,67 poin atau 7,35 persen.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp45,48 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 60,85 miliar saham.

Apa yang menyebabkan trading halt? Salah satu pemicunya adalah keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk membekukan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia pada Rabu (28/1).

MSCI menerapkan interim freeze yang mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks. Pengumuman ini mengejutkan pelaku pasar dan memukul IHSG.

Indeks MSCI menjadi acuan utama investor asing dalam mengukur kinerja saham.

Menteri Keuangan Purbaya yudhi Sadewa menyatakan bahwa catatan MSCI akan ditindaklanjuti oleh OJK. “Nanti kekurangan-kekurangan yang disebutkan MSCI akan diperbaiki oleh Pak Mahendra (OJK),” jelas Purbaya.

purbaya optimistis IHSG dapat mencapai 10.000 pada akhir tahun.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengimbau investor tetap tenang. “Enggak perlu panik.Kalau saham kan risikonya tiap hari ada yang naik, ada yang turun,” kata Airlangga.

airlangga menilai aksi MSCI menjadi sinyal evaluasi bagi BEI.

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan IHSG masih tertekan dan berpotensi koreksi ke kisaran 8.127-8.168.

Berikut 10 Saham Indonesia teratas dalam Indeks MSCI per 31 Desember 2025:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
  3. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
  4. PT Telekom Indonesia Tbk (TLKM)
  5. PT Astra International Tbk (ASII)
  6. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  7. PT Amman Mineral INTL Tbk (AMMN)
  8. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  9. PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
  10. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)