Tutup
InvestasiNews

Bitcoin Bergejolak: Investor Bertindak, Pakar Menimbang Risiko

255
×

Bitcoin Bergejolak: Investor Bertindak, Pakar Menimbang Risiko

Sebarkan artikel ini
bitcoin-anjlok-50-persen,-masih-layak-serok-atau-saatnya-jual?-ini-jawaban-pakar
Bitcoin Anjlok 50 Persen, Masih Layak Serok atau Saatnya Jual? Ini Jawaban Pakar

Jakarta – Harga Bitcoin kembali membuat investor deg-degan. Aset kripto terbesar di dunia ini terjun bebas setelah sempat mencetak rekor tertinggi.

kondisi ini memicu pertanyaan penting: Haruskah investor membeli,menjual,atau tetap tenang?

Ketidakpastian pasar global,volatilitas tinggi,dan kehati-hatian investor membuat pergerakan kripto semakin sulit ditebak.Bitcoin telah merosot sekitar 50 persen dari puncaknya di atas US$126.000 (sekitar Rp2,12 miliar) pada Oktober lalu, kini berada di bawah US$64.000 (sekitar Rp1,07 miliar).

Penurunan ini terjadi meski ada sentimen positif seperti peluncuran ETF spot Bitcoin dan dukungan kebijakan yang lebih ramah terhadap kripto.Secara historis, kripto memang lebih sensitif terhadap perubahan pasar dibandingkan aset tradisional. Harga kripto sangat dipengaruhi oleh sentimen dan likuiditas.John Blank, kepala strategi ekuitas di Zacks Investment Research, mengatakan bahwa Bitcoin sangat bergantung pada permintaan.

“Harga bisa ‘meledak naik dan turun’ ketika pembeli atau penjual mundur,” ujarnya.

Ia bahkan mewanti-wanti harga kripto bisa anjlok hingga US$40.000 (sekitar Rp672 juta) jika tren penurunan terus berlanjut.

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan investor saat ini?

Para penasihat keuangan menekankan bahwa tidak ada jawaban tunggal yang cocok untuk semua orang. Keputusan tergantung pada rencana keuangan pribadi dan toleransi risiko masing-masing.

Vered Frank, perencana keuangan bersertifikat dan pendiri StackWealth, mengingatkan bahwa volatilitas Bitcoin adalah pengingat bahwa kripto masih merupakan aset spekulatif.

“Penurunan besar setelah periode euforia menunjukkan betapa berisikonya mengandalkan bitcoin sebagai strategi utama membangun kekayaan,” katanya, seperti dikutip dari CNBC, Jumat (6/2/2026).Ia menyarankan agar kripto tetap menjadi bagian kecil dari portofolio yang terdiversifikasi.

“Alokasi 1 sampai 5 persen bisa masuk akal bagi investor dengan fondasi keuangan kuat dan toleransi risiko tinggi. Penurunan pasar tidak mengubah peran kripto, justru menegaskan ketidakpastiannya,” ungkapnya.

Sebagian penasihat bahkan menilai volatilitas sebagai karakter utama Bitcoin.

Douglas Boneparth, perencana keuangan bersertifikat dan anggota CNBC Financial Advisor Council, mengatakan, “Volatilitas adalah fitur, bukan bug, pada bitcoin.”