Tutup
BisnisEkonomiIndustriNews

Mahyeldi Dorong Hilirisasi Industri Pinang di Lima Puluh Kota

201
×

Mahyeldi Dorong Hilirisasi Industri Pinang di Lima Puluh Kota

Sebarkan artikel ini
gubernur-mahyeldi:-investasi-pengolahan-pinang-gerakkan-ekonomi-masyarakat
Gubernur Mahyeldi: Investasi Pengolahan Pinang Gerakkan Ekonomi Masyarakat

LIMA PULUH KOTA – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung operasional PT Maju Kolpin Sejahtera di Jorong Akabiluru, Nagari Koto Tangah Batu Hampa, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis (28/5/2026). Perusahaan tersebut kini menjadi sorotan berkat keberhasilannya melakukan hilirisasi komoditas pinang lokal.

Dalam kunjungan tersebut, Mahyeldi memantau detail tahapan produksi mulai dari perebusan selama dua jam, pengeringan oven selama empat hari, hingga tahap pendinginan. Hasil olahan pabrik yang telah menembus pasar ekspor Vietnam ini digunakan sebagai bahan baku permen pinang.

Mahyeldi memberikan apresiasi atas kehadiran sektor industri ini karena dinilai efektif meningkatkan nilai tambah hasil tani serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menekankan pentingnya transisi penjualan komoditas dari bentuk mentah menjadi produk jadi demi mendongkrak daya saing petani.

“Kami berterima kasih kepada investor yang telah menanamkan modalnya di Sumatera Barat. Kehadiran pabrik ini memberikan dampak positif nyata bagi masyarakat dan memperkuat sektor pertanian unggulan daerah,” ujar Mahyeldi.

Ia menambahkan, pabrik ini selaras dengan visi Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai pusat agro yang mampu menyerap produksi pinang dari berbagai wilayah di Sumbar. Sektor industri ini juga menyerap tenaga kerja sebanyak 600 orang, dengan 60 persen di antaranya merupakan warga lokal.

Senada dengan Mahyeldi, Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, mengungkapkan bahwa operasional perusahaan sangat membantu petani. Kini, para petani memiliki kepastian pasar dengan nilai ekonomi yang lebih menjanjikan dibandingkan sebelumnya.

Ahlul menyebut sinergi antara investor, pemerintah nagari, hingga pemerintah provinsi menjadi kunci sukses dalam menggerakkan ekonomi berbasis industri pengolahan. Peninjauan tersebut turut didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Asisten Pemerintahan dan Kesra serta beberapa kepala biro terkait.