NewsPeristiwa

Realisasi Pendapatan Daerah Sumbar Tembus Rp845 Miliar per Mei 2026

90
×

Realisasi Pendapatan Daerah Sumbar Tembus Rp845 Miliar per Mei 2026

Sebarkan artikel ini

Hingga 31 Mei, realisasi pendapatan daerah berhasil menyentuh angka Rp845,1 miliar, melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp761,1 miliar.

Kantor Gubernur Sumbar
Kantor Gubernur Sumbar

Padang – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumatera Barat mencatatkan performa keuangan yang impresif sepanjang lima bulan pertama tahun 2026.

Hingga 31 Mei, realisasi pendapatan daerah berhasil menyentuh angka Rp845,1 miliar, melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp761,1 miliar.

Kepala Bapenda Sumbar, Al Amin, mengungkapkan bahwa tren positif ini merupakan buah dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor.

Guna menjaga momentum tersebut, pihaknya kini lebih agresif dalam mendekatkan akses layanan kepada wajib pajak melalui strategi jemput bola.

“Kami berkomitmen memangkas hambatan birokrasi dengan mendekatkan pelayanan langsung ke masyarakat. Warga kini tidak perlu lagi repot menyambangi kantor Samsat induk, cukup datang ke titik layanan terdekat,” ujar Al Amin saat meninjau operasional Samsat Keliling di kawasan Pondok, Padang, Selasa (2/6).

Strategi jemput bola ini diwujudkan melalui diversifikasi inovasi layanan yang fleksibel, seperti Samsat Keliling, Samsat Jumat Beribadah, Samsat Malam Minggu, hingga program Samsat Every Day.

Langkah ini dirancang untuk memberikan kemudahan waktu dan lokasi bagi wajib pajak di seluruh pelosok Sumatera Barat.

Secara struktural, pundi-pundi pendapatan daerah ini disokong oleh beberapa sektor utama. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) menjadi kontributor terbesar.

Selain itu, pendapatan juga diperkuat oleh Pajak Air Permukaan, Pajak Rokok, Pajak Alat Berat, serta opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sendiri telah menetapkan target pendapatan daerah tahun 2026 sebesar Rp2,7 triliun.

Berdasarkan evaluasi kinerja hingga awal Juni, Bapenda memproyeksikan realisasi pendapatan akan menembus angka Rp1,16 triliun pada akhir Juni mendatang.

Al Amin menyatakan keyakinannya bahwa target tahunan tersebut dapat terealisasi sesuai rencana.

“Melihat tren positif yang terus terjaga saat ini, kami optimistis target pendapatan tahun 2026 akan tercapai dengan maksimal,” pungkasnya.

Dengan berbagai inovasi layanan yang terus digulirkan, Bapenda Sumbar berharap masyarakat semakin termotivasi untuk taat pajak, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada percepatan pembangunan daerah di Sumatera Barat.