Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (1/4/2026).
IHSG melonjak 101 poin atau 1,43 persen ke level 7.149.
Penguatan ini terjadi di tengah sentimen positif dari bursa global.
Kepala Riset Retail BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya hari ini.
“IHSG berpotensi menguat hari ini,” ujar Fanny dalam risetnya.
Sebelumnya, pasar saham Asia-Pasifik melemah akibat kekhawatiran investor terhadap konflik Timur Tengah.
Presiden AS, Donald Trump, sempat mengancam Iran dengan serangan terhadap fasilitas energi jika Selat Hormuz ditutup.
Konflik yang memasuki pekan kelima ini telah mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dunia.
Di bursa regional, indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,6 persen dan Topix melemah 1,3 persen.
Kospi Korea Selatan merosot 4,3 persen dan Kosdaq turun 4,9 persen.
Sementara itu, Hang Seng Hong Kong naik 0,15 persen, ASX 200 Australia naik 0,25 persen, dan Taiex Taiwan melemah 2,45 persen.
Fanny memperkirakan support IHSG berada di level 6.950-7.000, sementara resisten di rentang 7.150-7.300.
Optimisme pasar terhadap potensi berakhirnya konflik AS-Iran mendorong indeks Wall Street ditutup menguat signifikan pada Selasa.
Indeks Dow Jones Industrial Average melesat 2,49 persen, S&P 500 meningkat 2,91 persen, dan Nasdaq Composite melonjak 3,83 persen.
Kenaikan ini dipicu laporan bahwa Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, terbuka untuk mengakhiri perang dengan syarat jaminan internasional.
Laporan Teh Wall Street Journal juga menyebutkan bahwa Presiden AS, donald Trump, bersedia menghentikan aksi militer di Timur Tengah.







