Jakarta – kebiasaan “stalking” atau memantau media sosial orang lain tanpa interaksi langsung ternyata menyimpan sejumlah ciri kepribadian. perilaku yang umum di era digital ini, menurut kajian psikologi, bisa mencerminkan kondisi emosional dan karakter tertentu.
Penelitian menunjukkan bahwa “social media surveillance behavior” ini dipicu oleh rasa ingin tahu, kecemasan, hingga kebutuhan validasi sosial.
Lantas, apa saja ciri kepribadian yang sering dikaitkan dengan orang yang suka stalking media sosial? Berikut ulasannya, dilansir dari Psychology Today, Selasa (7/4/2026):
- Rasa Ingin Tahu Tinggi: Orang dengan rasa ingin tahu tinggi cenderung terdorong untuk mengetahui aktivitas orang lain di media sosial.
- Rentan FOMO: Fear of Missing Out (FOMO) membuat seseorang takut tertinggal informasi sosial, sehingga sering mengecek profil orang lain.
- Sering Melakukan Perbandingan Sosial: Individu yang gemar stalking cenderung membandingkan hidupnya dengan orang lain, baik karier, hubungan, gaya hidup, hingga pencapaian.
- Tingkat Kecemasan Tinggi: Perilaku mengecek media sosial berulang kali berkaitan dengan kecemasan dan overthinking.
- Butuh Validasi Sosial: Sebagian orang stalking untuk memahami posisi mereka dalam lingkaran sosial.
- Keterikatan Emosional: Perilaku ini sering muncul pada hubungan yang belum selesai secara emosional, seperti dengan mantan pasangan atau teman lama.
- Mudah Merasa Iri: Orang yang mudah merasa iri cenderung lebih sering memantau media sosial orang lain.






