Bursa Saham

Wall Street Menguat Jelang Rilis Laporan Keuangan Raksasa Teknologi

60
×

Wall Street Menguat Jelang Rilis Laporan Keuangan Raksasa Teknologi

Sebarkan artikel ini
Suasana lantai perdagangan bursa saham Wall Street di New York yang sedang aktif
Bursa saham Wall Street dibuka menguat didorong oleh pemulihan sektor semikonduktor.

NEW YORK – Bursa saham Amerika Serikat dibuka menguat pada perdagangan Selasa (21/7/2026), didorong oleh aksi beli pada sektor semikonduktor setelah mengalami tekanan jual yang cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir. Pemulihan ini memberikan sentimen positif bagi indeks utama di Wall Street.

Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat naik 77,5 poin atau 0,15% ke level 51.916,79. Sementara itu, S&P 500 menguat 46,7 poin atau 0,63% menjadi 7.489,95 dan Nasdaq Composite melonjak 264,5 poin atau 1,04% ke level 25.772,55.

Investor saat ini tengah menanti laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat. Laporan tersebut diprediksi akan menjadi tolok ukur bagi prospek investasi di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Pasar secara khusus menyoroti komitmen belanja modal dari perusahaan-perusahaan hyperscaler seperti Alphabet. Kepastian rencana belanja modal ini diharapkan dapat menopang stabilitas saham-saham semikonduktor yang sempat mengalami volatilitas tinggi.

Sebelumnya, sektor produsen chip sempat memasuki wilayah bear market setelah indeks Philadelphia SE Semiconductor turun lebih dari 20% dari rekor puncaknya pada akhir Juni. Meski demikian, indeks tersebut masih mencatatkan kenaikan sekitar 66% sejak awal tahun.

Di sisi lain, kondisi geopolitik global turut memberikan tekanan pada sentimen pasar. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran baru akan gangguan pada pasokan energi global dan perdagangan internasional. Harga minyak mentah Brent terpantau kembali mendekati level US$ 90 per barel akibat ketidakpastian ini.

Kebijakan perdagangan pemerintah AS juga menjadi perhatian utama para pelaku pasar. Presiden Donald Trump baru saja mengumumkan kebijakan tarif impor sebesar 50% terhadap berbagai produk asal Kanada sebagai respons atas sengketa perdagangan.

Laporan terbaru bahkan menyebutkan potensi pengumuman tarif baru terhadap puluhan negara lainnya dalam pekan ini. Kebijakan ini akan diterapkan menjelang berakhirnya masa berlaku tarif global sebesar 10% pada Jumat mendatang.

Pada perdagangan individual, saham 3M mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 6,3% setelah perusahaan menaikkan proyeksi laba tahunan. Sebaliknya, saham Halliburton justru melemah 3,7% meski kinerja laba kuartal II melampaui ekspektasi analis.

Sektor perangkat lunak juga mengalami tekanan setelah Morgan Stanley menurunkan rekomendasi bagi sejumlah emiten. Saham Adobe, Intuit, Workday, dan Salesforce masing-masing mencatatkan koreksi lebih dari 4% pada pembukaan pasar.

Para analis menekankan pentingnya bagi investor untuk menyeimbangkan antara kinerja keuangan perusahaan yang solid dengan risiko geopolitik yang sedang berlangsung. Ketidakpastian ini diperkirakan masih akan membayangi pergerakan bursa dalam jangka pendek.