Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina menilai penyesuaian harga BBM nonsubsidi dan elpiji 12 kilogram yang dilakukan pemerintah merupakan langkah berat, tetapi diperlukan untuk menjaga keberlanjutan fiskal dan ketahanan energi nasional di tengah tekanan global.
Politisi PKS itu menyebut kondisi geopolitik dunia telah berdampak langsung terhadap harga energi internasional.Ia juga menyoroti tingginya ketergantungan indonesia terhadap impor LPG yang membuat Tanah Air sangat sensitif terhadap fluktuasi harga global.
“Pemerintah sudah mengambil langkah yang penuh perhitungan dengan tetap menjaga subsidi untuk masyarakat kecil,sementara penyesuaian dilakukan pada kelompok yang mampu. Ini bentuk kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujar Nevi.Meski demikian, legislator asal Sumatera Barat II itu mengingatkan pemerintah agar menyiapkan langkah lanjutan supaya kebijakan tersebut tidak menekan daya beli masyarakat.
Ia mendorong pemerintah terus memantau harga kebutuhan pokok melalui operasi pasar, memastikan distribusi berjalan lancar, dan menjaga ketersediaan stok pangan, terutama melalui peran Bulog.
Nevi juga meminta pemerintah mengantisipasi dampak tidak langsung, khususnya pada sektor transportasi dan logistik yang berpotensi memicu kenaikan harga barang dan jasa. Hal itu, katanya, penting untuk melindungi pelaku UMKM agar tidak terbebani secara berlebihan.
“Pemerintah perlu memastikan tidak terjadi efek berantai yang membebani masyarakat, termasuk potensi penurunan kualitas dan kuantitas produk atau shrinkflation,” jelasnya.
Selain itu, anggota FPKS tersebut menekankan pentingnya menjaga stabilitas psikologis pasar. Ia mengingatkan agar tidak muncul kepanikan di tengah masyarakat yang bisa memicu panic buying dan inflasi semu.“Komunikasi publik yang baik menjadi kunci. Pemerintah perlu memberikan informasi yang jelas dan menenangkan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.
Nevi menegaskan keberhasilan kebijakan ini sangat ditentukan oleh tiga hal utama, yakni pengawasan yang kuat, stabilitas harga pangan, dan komunikasi publik yang efektif.
“Saya sangat berharap pemerintah mampu menjaga keseimbangan antara kebijakan energi dan perlindungan daya beli masyarakat,” tutup Nevi Zuairina.







