Tutup
Regulasi

IHSG Anjlok 2 Persen, Saham DSSA dan BREN Pimpin Pelemahan

81
×

IHSG Anjlok 2 Persen, Saham DSSA dan BREN Pimpin Pelemahan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi cukup dalam sebesar 2,03% atau 144,43 poin ke level 6.956,80 pada perdagangan Kamis (30/4/2026). Pelemahan indeks komposit dipicu oleh aksi jual pada sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar (*big caps*).

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG sempat dibuka pada level 7.103,25 dan mencatatkan titik tertinggi di posisi 7.109. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa tekanan jual mendominasi pasar dengan 576 saham melemah, sementara hanya 133 saham yang berhasil menguat dan 105 saham lainnya stagnan. Nilai kapitalisasi pasar tercatat berada di angka Rp12.405 triliun.

Beberapa saham *big caps* yang menjadi pemberat utama indeks adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang turun 6,10% ke Rp1.615 dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang terkoreksi 5,71% ke Rp4.460 per saham.

Selain itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 2,61% ke Rp2.990, disusul PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang terkontraksi 2,54% menjadi Rp1.535.

Di tengah pelemahan indeks, saham PT Sidomulyo Selaras Tbk. (SDMU) justru mencatatkan performa terbaik dengan lonjakan 28,57% ke level Rp126. Selain itu, saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) juga menguat 16,48% ke Rp212 per saham.

Di sisi lain, saham yang menempati jajaran *top losers* adalah PT Leyand International Tbk. (LAPD) yang merosot 9,62% ke Rp94, serta PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) yang melemah 8,90% ke posisi Rp870.

Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG telah menembus level psikologis 7.000 dan MA5. Kondisi ini diperparah dengan pelebaran negatif pada histogram MACD.

“Dengan kombinasi sinyal tersebut, IHSG sempat menunjukkan tren pelemahan yang cukup kuat sejak sesi pertama perdagangan,” jelasnya.

*Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Penulis tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.*