Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald trump kembali melancarkan tekanan terhadap Uni Eropa dengan ancaman kenaikan tarif jika blok itu tidak segera menuntaskan perjanjian dagang baru sebelum 4 Juli. ia menetapkan tenggat hingga Hari Kemerdekaan AS dan mengisyaratkan bea masuk bisa melonjak bila Brussels dianggap mengingkari kesepakatan.
Ancaman itu Trump sampaikan lewat unggahan di Truth Social usai berbicara melalui telepon dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der leyen. Dalam pernyataannya, ia mengaku sudah menunggu Uni eropa menjalankan komitmen yang menurutnya telah disepakati dalam perundingan dagang di Turnberry, Skotlandia.
“Saya telah menunggu dengan sabar agar uni Eropa memenuhi bagian mereka dalam Kesepakatan Dagang Bersejarah yang kami sepakati di Turnberry, Skotlandia,” tulis Trump, Jumat (8/5). Ia juga menyebut Uni Eropa sebelumnya berjanji memangkas tarif hingga nol.
Trump menambahkan, ia memberi waktu bagi Uni Eropa sampai peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Setelah tanggal itu, ia mengancam tarif terhadap uni Eropa akan “langsung melonjak” ke level yang jauh lebih tinggi.
Dalam pembicaraan yang sama, Trump mengatakan Washington dan Brussels sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.Namun, ia tidak memaparkan lebih jauh isi pembahasan tersebut.
pernyataan terbaru trump muncul tidak lama setelah ia berencana menaikkan tarif mobil dan truk impor dari Uni Eropa menjadi 25 persen. Saat itu, ia menuding blok tersebut tidak mematuhi syarat kesepakatan yang dibahas di lapangan golf miliknya di Skotlandia pada Juli 2025.
Belum jelas apakah ancaman baru itu akan menyasar seluruh barang impor dari Uni Eropa atau hanya kendaraan. Di sisi lain, von der Leyen menegaskan Uni Eropa tetap berkomitmen penuh menjalankan kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat dan menilai proses menuju penurunan tarif pada awal Juli masih berada di jalur yang baik.
Sejumlah jam setelah ancaman itu muncul, pengadilan perdagangan Amerika Serikat memutuskan tarif global 10 persen yang diterapkan Trump tidak punya dasar hukum menurut undang-undang AS. Putusan tersebut menjadi pukulan baru bagi kebijakan dagang Trump, setelah Mahkamah Agung sebelumnya juga membatalkan tarif resiprokal AS terhadap sejumlah mitra dagang.
Kepala negosiator perdagangan Parlemen Eropa Bernd Lange menilai perundingan dengan Washington sejauh ini bergerak positif. Ia mengatakan para negosiator menargetkan kesepakatan yang bisa menurunkan tarif produk AS menjadi nol.
Putaran perundingan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 10 Mei. Sementara itu, Perwakilan Dagang AS jamieson Greer mengatakan kepada Bloomberg pada awal pekan ini bahwa pemerintah AS berharap Uni Eropa tetap menjalankan komitmen yang sudah disepakati pada Juli tahun lalu.







