Bandar Lampung – Pelabuhan Panjang kini memasuki fase baru dengan hadirnya Quay Container Crane (QCC) jenis post Panamax yang baru saja tiba dari China melalui kapal MV Zheng Hua 37. Penambahan alat berat ini menambah armada IPC Terminal Petikemas (TPK) di Sumatra Bagian Selatan menjadi empat unit, sebuah langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dan produktivitas bongkar muat.
Manager IPC TPK Area panjang, Anang Subagyono, menegaskan bahwa kehadiran QCC ini sangat krusial untuk memenuhi permintaan pengguna jasa seiring meningkatnya aktivitas logistik di kawasan tersebut. “Kami berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar,” ujarnya.
Transformasi digital pelabuhan Indonesia juga semakin nyata. Proses manual yang selama ini mendominasi perlahan digantikan oleh sistem digital demi meningkatkan efisiensi layanan dalam menghadapi tantangan global. Dalam kerangka ini, IPC TPK menetapkan visi ‘Operational and Service Excellence’ sebagai langkah awal Rencana Jangka panjang Perusahaan (RJPP) 2026-2030.
RJPP tersebut dibagi menjadi tiga tahapan: Operational and Service Excellence, Business and Connectivity Enhancement, serta Lasting Growth. Setiap fase dirancang untuk memastikan terminal petikemas modern dan terintegrasi sesuai harapan pemangku kepentingan.
Peningkatan kapasitas pelabuhan Panjang juga terlihat dari pertumbuhan signifikan arus petikemas. Pada tahun 2025, terminal mencatat arus mencapai 128.675 TEUs, meningkat sekitar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 103.700 TEUs.
Secara teknis, QCC Post Panamax memiliki outreach sepanjang 45 meter dan mampu menjangkau hingga 17 baris petikemas sekaligus. Keunggulan spesifikasi ini memungkinkan pelabuhan melayani kapal-kapal besar secara lebih efisien dan efektif dalam operasional sehari-hari mereka.







