Tutup
BisnisEkonomiNewsPerbankan

BTN Cetak Laba Bersih Rp1,45 Triliun di Awal 2026

129
×

BTN Cetak Laba Bersih Rp1,45 Triliun di Awal 2026

Sebarkan artikel ini
naik,-43,84-persen,-btn-cetak-laba-bersih-konsolidasi-rp-1,45-triliun-per-april-2026
Naik, 43,84 Persen, BTN Cetak Laba Bersih Konsolidasi Rp 1,45 Triliun per April 2026

Jakarta – Kinerja keuangan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan lonjakan impresif hingga April 2026. Perseroan bersama entitas anak, Bank Syariah Nasional, berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp1,45 triliun.

Angka tersebut mengalami kenaikan tajam sebesar 43,84 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, yakni Rp1,01 triliun. Pertumbuhan ini juga didukung oleh peningkatan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) sebesar 12,85 persen menjadi Rp5,57 triliun.

Manajemen BTN berhasil menekan beban bunga hingga 16,19 persen menjadi Rp5,01 triliun, dari sebelumnya Rp5,98 triliun pada April 2025. Efisiensi biaya dana tersebut menjadi kunci utama dalam memperkokoh profitabilitas perusahaan sepanjang awal tahun ini.

Dari sisi operasional, BTN mencatatkan laba operasional konsolidasi mencapai Rp1,87 triliun. Capaian ini mencerminkan pertumbuhan signifikan sebesar 47,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di posisi Rp1,27 triliun.

Selain itu, Pre Provision Operating Profit (PPOP) perseroan turut terkerek naik sebesar 20,09 persen menjadi Rp3,13 triliun. Untuk menjaga kualitas aset, perusahaan tetap menjalankan manajemen risiko yang pruden dengan mencatatkan beban pencadangan atau CKPN senilai Rp1,26 triliun.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan keyakinannya bahwa momentum positif ini akan terus berlanjut. Menurutnya, fundamental bisnis yang solid serta tingginya kebutuhan masyarakat akan hunian menjadi penggerak utama kinerja perseroan.

“Di tengah ketidakpastian kondisi global, BTN tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif. Kami optimistis momentum ini dapat terus berlanjut seiring transformasi bisnis dan penguatan ekosistem perumahan yang terus dijalankan,” ujar Nixon.