Jakarta – Anggota Komisi XII DPR RI, Yulisman, menuntut PT PLN (Persero) bertanggung jawab penuh atas insiden pemadaman listrik massal yang melumpuhkan wilayah Sumatera. Gangguan ini dinilai mengganggu layanan publik serta roda perekonomian masyarakat di berbagai daerah.
Yulisman mendesak PLN segera menuntaskan pemulihan pasokan listrik secara menyeluruh. Selain itu, perusahaan pelat merah tersebut diminta terbuka kepada masyarakat terkait penyebab utama gangguan teknis yang memicu blackout tersebut.
“Kami meminta PLN bertanggung jawab penuh atas kejadian ini, baik dalam percepatan pemulihan listrik maupun evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Masyarakat tentu membutuhkan kepastian dan pelayanan listrik yang stabil,” ujar Yulisman, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Yulisman, peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi serius bagi PLN, terutama pada jaringan transmisi antarwilayah di Sumatera. Keandalan jaringan tersebut sangat krusial bagi sektor industri, perkebunan, hingga hilirisasi sumber daya alam yang menjadi pilar ekonomi daerah.
Ia menegaskan bahwa kendala ini murni persoalan teknis pada sistem jaringan, sementara kapasitas pembangkit listrik di Sumatera sebenarnya sudah mencukupi. Oleh karena itu, sistem pengaman kelistrikan menjadi aspek yang harus segera diperbaiki.
“Evaluasi terhadap keandalan jaringan listrik dan sistem pengaman kelistrikan perlu menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Pihaknya juga mendorong PLN untuk memperkuat cadangan daya dan meningkatkan kesiapan tim tanggap darurat saat terjadi gangguan besar. Kesiapan ini dinilai vital mengingat Sumatera adalah salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang sangat bergantung pada kestabilan energi.
Sebagai informasi, pemadaman listrik massal di jaringan Sumatera terjadi sejak Jumat (22/5) pukul 18.44 WIB. Hingga saat ini, pihak PLN terus berupaya melakukan pemulihan sistem kelistrikan secara bertahap.







