News

Mahasiswa UNP Bedah Manuskrip Kuno di Surau Istiqamah Limapuluh Kota

123
×

Mahasiswa UNP Bedah Manuskrip Kuno di Surau Istiqamah Limapuluh Kota

Sebarkan artikel ini
120-mahasiswa-pai-unp-belajar-manuskrip-islam-hingga-payakumbuh
120 Mahasiswa PAI UNP Belajar Manuskrip Islam Hingga Payakumbuh

LIMAPULUH KOTA – Sebanyak 120 mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Negeri Padang (UNP) terjun langsung mendalami tradisi intelektual Islam melalui kegiatan kuliah lapangan Filologi Islam. Agenda ini berlangsung di Pusat Turats Ulama Minangkabau, Surau Istiqamah, Kabupaten Limapuluh Kota, pada 16-17 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa membedah naskah-naskah Islam klasik melalui kajian kodikologi. Setiap kelompok peserta meneliti kondisi fisik, struktur teks, serta menelusuri sejarah penyalinan manuskrip yang tersimpan di lokasi tersebut.

Proses praktik ini dipandu langsung oleh dosen pengampu, Muhammad Yusuf dan Dr. Halomoan, dengan pendampingan dari filolog Minangkabau, Buya Apria Putra. Selama dua hari, mahasiswa dari empat seksi kelas bergantian melakukan identifikasi mendalam terhadap koleksi manuskrip kuno yang ada.

Buya Apria Putra menegaskan bahwa penguasaan filologi sangat krusial bagi mahasiswa sebagai pewaris ilmu pengetahuan. Menurutnya, pemahaman terhadap teks makhtutah atau naskah tulisan tangan memiliki urgensi akademik yang lebih besar dibandingkan teks yang sudah dicetak.

“Filologi adalah bagian terpenting dari ilmu pengetahuan karena pengetahuan diwariskan melalui tulisan. Mengetahui tulisan tersebut merupakan sesuatu yang vital bagi seorang pelajar,” ujar filolog yang telah menghimpun lebih dari 350 manuskrip tersebut.

Pengalaman terjun ke lapangan ini pun disambut antusias oleh para mahasiswa. Salah satu peserta, Farel, mengaku praktik langsung membantunya memahami detail identifikasi naskah, sekaligus mengasah ketelitian serta kerjasama tim.

Senada dengan Farel, mahasiswa lainnya bernama Ivan Sentosa menilai penelitian naskah kuno membutuhkan waktu lebih panjang agar hasilnya maksimal. Meski begitu, ia mengaku wawasannya terbuka luas mengenai peran surau sebagai pusat pendidikan dan diskusi intelektual masa lampau.

Seluruh hasil analisis nantinya akan disusun menjadi katalog manuskrip. Dokumen tersebut bakal disimpan di Laboratorium Pengkajian Islam dan Inovasi PAI Departemen IAI UNP sebagai bagian dari dokumentasi akademik.