Pasaman Barat – Kehadiran niniak mamak dinilai menjadi garda terdepan dalam melindungi generasi muda dari berbagai ancaman degradasi moral di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Sumatera Barat, Jasman Rizal Dt. Bandaro Bendang, saat menghadiri penobatan Rajo Adat Aia Bangih, Kamis (16/7/2026).
Jasman menegaskan bahwa menjaga anak kemenakan agar tidak terjerumus ke dalam pengaruh negatif merupakan tanggung jawab fundamental seorang penghulu.
Ia menyoroti tantangan berat saat ini, mulai dari penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas hingga dampak destruktif dari arus digitalisasi yang tidak terkontrol.
Menurutnya, krisis moral ini kian diperparah oleh minimnya pemahaman agama serta lemahnya pengawasan keluarga terhadap pengaruh budaya asing yang tidak sejalan dengan kearifan lokal.
Sebagai Sekretaris LKAAM Sumatera Barat, Jasman mengingatkan bahwa posisi penghulu dalam falsafah Minangkabau sangat strategis karena memegang wewenang pembinaan sekaligus penegakan aturan.
Ia berpesan agar para niniak mamak konsisten memberikan keteladanan serta membangun komunikasi yang lebih intensif dengan anak kemenakan mereka.
Prosesi penobatan di Rumah Gadang Rajo Aia Bangih ini turut dihadiri oleh Bupati Pasaman Barat, jajaran KAN, pengurus LKAAM, Bundo Kanduang, serta perwakilan delegasi dari Tapanuli Selatan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sendiri terus menjadikan penguatan peran adat sebagai instrumen utama dalam menjaga ketahanan sosial melalui falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Jasman menutup penjelasannya dengan menekankan bahwa masa depan nagari sangat bergantung pada kualitas generasi penerus yang berakhlak mulia dan memiliki karakter yang kuat.






