Bursa Saham

Rekomendasi Saham CPIN, ESSA, dan PTBA untuk Perdagangan Rabu 10 Juni

154
×

Rekomendasi Saham CPIN, ESSA, dan PTBA untuk Perdagangan Rabu 10 Juni

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan Selasa (9/6/2026). Indeks utama pasar modal Indonesia tersebut menguat tajam sebesar 404,51 poin atau 7,57%, membawa IHSG parkir di level 5.746,65. Reli positif ini menjadi perhatian pelaku pasar yang kini tengah mencermati peluang strategis untuk perdagangan Rabu (10/6/2026).

Sejumlah analis pasar modal telah memetakan beberapa saham potensial yang layak dicermati berdasarkan indikator teknikal terkini. Rekomendasi ini mencakup emiten dari sektor konsumer, energi, hingga komoditas yang menunjukkan sinyal pergerakan harga menarik.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menjadi salah satu saham yang mendapat sorotan teknikal. Pergerakan saham ini menunjukkan pola bullish piercing pattern yang didukung oleh penguatan indikator Relative Strength Index (RSI) serta sinyal golden cross pada Stochastic. Meskipun prospeknya dinilai positif, investor disarankan untuk tetap waspada dan mempertimbangkan strategi sell on strength (SOS) apabila harga gagal menembus area resistensi di level 3.320 hingga 3.380. Untuk perdagangan besok, CPIN direkomendasikan dengan strategi trading buy, dengan titik support di angka Rp 3.150 dan resistance di Rp 3.540.

Selanjutnya, PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) menunjukkan optimisme setelah berhasil melakukan rebound di tengah kondisi pasar yang sempat jenuh jual atau oversold. Secara teknikal, ESSA kini sedang bergerak menuju fase gelombang (b). Dukungan indikator Stochastic K_D dan RSI yang berada di teritori positif memperkuat potensi penguatan saham ini. Pelaku pasar disarankan untuk melakukan aksi beli dengan memperhatikan level support di Rp 585 dan Rp 530, serta target resistance pada level Rp 640 hingga Rp 710.

Sementara itu, sektor pertambangan turut menghadirkan peluang melalui PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Emiten ini terpantau berhasil mengonfirmasi area support di kisaran harga Rp 2.500 hingga Rp 2.550. Pergerakan indikator RSI yang cenderung mengarah naik memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga jangka pendek. Namun, investor perlu memperhatikan bahwa secara jangka menengah, saham PTBA masih berada dalam tren bearish atau bergerak di bawah garis Moving Average 50 (MA50). Mengingat masih adanya risiko tren jangka menengah tersebut, langkah speculative buy menjadi rekomendasi yang paling relevan dengan mematok support di Rp 2.480 dan resistance di Rp 2.830.

Secara keseluruhan, fluktuasi pasar yang terjadi menuntut ketelitian investor dalam mengelola portofolio. Meskipun IHSG menunjukkan performa impresif, pemilihan saham dengan analisis teknikal yang tepat tetap menjadi kunci untuk meminimalisasi risiko volatilitas pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global. Para pelaku pasar disarankan untuk selalu memantau pergerakan harga secara real-time sebelum mengambil keputusan transaksi, terutama dengan memperhatikan batasan support dan resistance yang telah ditetapkan untuk setiap emiten.